WAGIR, MALANG — Asap tipis masih membumbung di sisa-sisa bara vegetasi lereng Gunung Kawi. Menanggapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang membakar sedikitnya 385 hektare lahan, Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang menerjunkan 10 personel khusus untuk bergabung dalam operasi penanganan darurat di Posko Merkusi, Desa Precet, Kecamatan Wagir.
Aksi tanggap darurat diawali dengan apel siaga yang dipimpin langsung oleh Asper/KBKPH Kepanjen, Tamat Totok. Tepat pukul 08.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Senkom, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, TNI-Polri, Perhutani, LMDH, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) bergerak menembus jalur terjal menuju Puncak Pitrang untuk memantau sisa-sisa titik api.
Ketua Senkom Kabupaten Malang, Lukman Hakim, S.M., menegaskan bahwa kehadiran anggotanya adalah bentuk komitmen sinergi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga dari ancaman karhutla.
“Senkom Kabupaten Malang hadir langsung di lapangan bersama tim gabungan. Fokus utama kami adalah pemantauan ketat serta respons cepat jika menemukan potensi kobaran api maupun kepulan asap sekecil apa pun,” tegas Lukman di lokasi.
Dampak Kebakaran: Ratusan Hektare Lahan Hangus & Pipa Air Warga Putus
Berdasarkan pendataan koordinat oleh Pos Lapang Merkusi, dampak kebakaran terbagi di tiga wilayah utama:
- Kecamatan Wagir: 362 Hektare
- Kecamatan Ngajum: 18 Hektare
- Kecamatan Wonosari: 5 Hektare
Meski tidak ditemukan lagi kobaran api berskala besar di area observasi utama, titik rawan masih membayangi kawasan Gunung Gentong Kucur. Bara api yang tersembunyi di dalam batang pohon mati berpotensi memicu api susulan saat terhempas angin kencang.
Tak hanya mengancam ekosistem hutan, amukan si jago merah turut merusak insfrastruktur vital warga. Jalur pipa air minum di area Gunung Gentong hangus terbakar, mengakibatkan pasokan air bersih menuju permukiman warga Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, terputus total.
Pemboman Air (Water Bombing) & Pemantauan Darat
Sebagai upaya percepatan penyiraman di titik-titik curam yang sulit dijangkau dari darat, BPBD Provinsi Jatim mengerahkan helikopter untuk melakukan water bombing sebanyak 12 kali pengeboman air di Blok Pitrang Barat (wilayah perbatasan Kabupaten Blitar).
Lukman mengingatkan seluruh tim agar tidak lengah meskipun situasi mulai terkendali.
“Bara api tersisa adalah musuh tersembunyi. Pemantauan berkelanjutan dan pendinginan (cooling down) harus terus berjalan hingga Gunung Kawi benar-benar aman,” pungkasnya.



0 komentar:
Posting Komentar