Minggu, 27 September 2026

Senkom SAR Jatim Ikuti Webinar PB SAR, Perkuat Kompetensi Penanganan Kecelakaan dan Kebakaran

Ketua Biro Penanggulangan Bencana dan Search and Rescue (SAR) Senkom Mitra Polri Jawa Timur, Lukman Hakim, bersama perwakilan Senkom kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti webinar Pengurus Besar Penanggulangan Bencana dan Search and Rescue (PB SAR) Senkom Mitra Polri, Minggu (27/9/2026).

Webinar yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting tersebut mengangkat tema “Optimalisasi Peran PB SAR dalam Penanganan Pertolongan Pertama Kecelakaan Kendaraan dan Pencegahan Bencana Awal Terjadinya Kebakaran.”

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi personel Rescue Senkom, khususnya dalam melakukan pertolongan awal pada kecelakaan kendaraan, penanganan awal kebakaran, serta pelaporan kejadian bencana secara cepat dan terukur.

Lukman Hakim mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi personel Rescue Senkom Jatim dalam meningkatkan kesiapan menghadapi kondisi darurat di lapangan.

“Ini sangat bagus dan bermanfaat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi personel Rescue Senkom Jatim dalam memberikan pertolongan awal di lapangan,” ujar Lukman.

Webinar menghadirkan Kepala Departemen PB SAR Senkom Mitra Polri, Edi Ermawan; Wakil Kepala Departemen PB SAR PP Senkom Mitra Polri, H. Mujiyono, S.E., M.H.; serta Liana Indriana, tenaga medis dan dosen yang memiliki latar belakang Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Indonesia.

Dalam pemaparannya, Edi Ermawan menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam pelaporan setiap kejadian bencana maupun keadaan darurat yang melibatkan anggota Senkom Mitra Polri dan keluarganya di daerah.

Menurut Edi, laporan awal perlu segera disampaikan meskipun proses pendataan di lapangan belum sepenuhnya selesai. Data tersebut dapat diperbarui secara berkala sesuai perkembangan kondisi.

“Data yang sudah masuk itu dilaporkan terlebih dahulu dengan dilengkapi update data,” kata Edi.

Ia menjelaskan, laporan kejadian juga perlu memuat estimasi kerugian serta kebutuhan mendesak korban. Kebutuhan tersebut dapat berupa terpal, tempat tinggal sementara, rumah singgah, maupun bantuan lain sesuai kondisi di lapangan.


Edi mengatakan mekanisme tersebut diperlukan karena pendataan di wilayah terdampak bencana tidak selalu dapat dilakukan secara bersamaan. Kendala komunikasi, akses menuju lokasi, dan luas wilayah terdampak dapat menyebabkan proses pendataan berlangsung secara bertahap.

Formulir pendataan yang digunakan jajaran Senkom, lanjutnya, merupakan bagian dari pendataan awal atau rapid assessment yang menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Sementara itu, Mujiyono memberikan materi mengenai pertolongan awal pada kecelakaan kendaraan atau vehicle accident rescue. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan kendaraan merupakan kondisi yang memiliki berbagai potensi bahaya sehingga penanganannya membutuhkan personel yang kompeten, peralatan memadai, dan penerapan prosedur operasi standar (SOP).

Menurut Mujiyono, keberhasilan pertolongan di lapangan dipengaruhi kompetensi personel, kesiapan peralatan, kondisi fisik dan mental, pembagian tugas dalam tim, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.

“Berhasilnya sebuah pertolongan di lapangan tergantung dari siapa yang melaksanakan, sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Sebelum melakukan pertolongan, personel rescue harus memastikan lokasi kejadian aman. Tahapan awal antara lain melakukan penilaian kondisi lokasi, mengamankan area, menstabilkan kendaraan, membuat akses menuju korban, serta memastikan tidak terdapat bahaya lain yang dapat mengancam keselamatan penolong maupun korban.

Mujiyono juga mengingatkan kemungkinan adanya cedera tulang belakang pada korban kecelakaan kendaraan. Karena itu, proses pemindahan dan evakuasi harus dilakukan secara hati-hati menggunakan teknik serta peralatan yang sesuai, seperti tandu, perangkat ekstrikasi, neck collar, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Selain aspek teknis, struktur komando dalam tim rescue juga menjadi bagian penting. Komandan tim harus mampu melakukan penilaian situasi, membagi tugas, mengendalikan personel, dan mengambil keputusan sesuai kondisi di lapangan.

Koordinasi dengan unsur lain, seperti kepolisian, Basarnas, layanan medis, dan instansi terkait, juga diperlukan dalam penanganan keadaan darurat.

Materi berikutnya disampaikan Liana Indriana mengenai pencegahan dan penanganan awal kebakaran. Ia menekankan pentingnya pengetahuan dan kesiapan mental personel rescue karena kondisi darurat tidak selalu dapat diprediksi.

Menurut Liana, seorang penolong harus mampu mengendalikan kepanikan agar tidak berubah status menjadi korban ketika menjalankan tugas penyelamatan.

Ia juga menjelaskan pentingnya safety induction dalam berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang. Informasi mengenai jalur evakuasi, lokasi aman, dan titik kumpul perlu diketahui peserta kegiatan untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat.

Dalam materi dasar kebakaran, Liana menjelaskan bahwa api merupakan reaksi kimia cepat antara bahan bakar dan oksigen yang menghasilkan panas, cahaya, dan gas. Api yang tidak dapat dikendalikan dapat berkembang menjadi kebakaran dan menimbulkan bahaya bagi manusia maupun lingkungan sekitar.

Liana memperkenalkan konsep segitiga api yang terdiri atas bahan bakar, oksigen, dan panas. Pengendalian kebakaran pada tahap awal dapat dilakukan dengan menghilangkan salah satu unsur tersebut menggunakan metode dan peralatan yang sesuai.

Ia juga menjelaskan klasifikasi kebakaran, antara lain kelas A yang melibatkan bahan padat seperti kayu, kertas, karet, dan kain; kelas B yang melibatkan bahan cair atau gas yang mudah terbakar; kelas C yang berkaitan dengan peralatan listrik bertegangan; serta kelas D yang melibatkan logam tertentu. Untuk kebakaran yang melibatkan minyak atau lemak pada peralatan memasak, terdapat klasifikasi khusus yang dalam sejumlah standar dikenal sebagai kelas K.

Menurut Liana, pemahaman mengenai klasifikasi kebakaran penting agar personel dapat menentukan metode dan media pemadaman yang sesuai serta tidak membahayakan diri sendiri.

Ia juga memaparkan bahwa penyebaran panas dan api dapat terjadi melalui beberapa mekanisme, antara lain radiasi, konveksi, konduksi, dan kontak langsung. Pemahaman terhadap pola penyebaran tersebut diperlukan untuk menentukan zona aman, jalur evakuasi, serta langkah pengamanan lokasi.


Dalam kondisi kebakaran, personel rescue harus terlebih dahulu memastikan potensi bahaya sebelum memasuki area kejadian. Apabila kondisi belum aman, prioritas penanganan adalah mengendalikan bahaya dan melakukan pendinginan dari jarak aman sesuai prosedur.

Melalui webinar tersebut, jajaran Senkom Mitra Polri diharapkan semakin memahami batas tugas, prosedur keselamatan, teknik pertolongan awal, pencegahan kebakaran, serta mekanisme pelaporan kejadian.

Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan memperkuat kesiapsiagaan Rescue Senkom Jatim dalam memberikan respons awal secara terukur, aman, dan sesuai kompetensi ketika menghadapi kecelakaan kendaraan maupun kejadian bencana di wilayah masing-masing.



Senkom Kabupaten Malang Kompak Ikuti Webinar, Perkuat Kewaspadaan Hadapi Kejahatan Transaksi Digital


MALANG, 26 September 2026 — Semakin maraknya berbagai modus kejahatan di ruang digital mendorong Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan anggotanya. Sebanyak 40 pengurus Senkom Kabupaten Malang dan jajaran kecamatan mengikuti webinar Sosialisasi Hukum yang diselenggarakan Senkom Mitra Polri Provinsi Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan bertajuk “Antisipasi Kejahatan Transaksi Elektronik: Menjaga Keamanan di Tengah Kenyamanan Transaksi Digital” tersebut diikuti secara daring dari tiga titik lokasi, yakni Mako Senkom Kabupaten Malang di Kepanjen, wilayah Gondanglegi, dan wilayah Pakis.
Kekompakan jajaran Senkom Kabupaten Malang dalam mengikuti kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk meningkatkan kapasitas pengurus sekaligus memperkuat peran Senkom dalam memberikan edukasi dan informasi keamanan kepada masyarakat.
Kegiatan di Kabupaten Malang dikomandoi langsung oleh Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang, Lukman Hakim. Dari tiga titik lokasi, para pengurus mengikuti pemaparan materi secara serius dan interaktif.
Kegiatan sosialisasi ini juga diikuti pengurus dan anggota Senkom Mitra Polri dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Materi disampaikan oleh Aiptu Rosuli Amri Naim, Bhabinkamtibmas Polrestabes Surabaya, yang memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kejahatan transaksi elektronik serta langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah menjadi korban.
Waspadai OTP, PIN hingga Data Pribadi
Dalam pemaparannya, Rosuli mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kerahasiaan data pribadi, terutama NIK, PIN, kata sandi, dan kode One-Time Password (OTP).
Menurutnya, data tersebut merupakan informasi yang sangat penting dan dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mengambil alih akun maupun rekening seseorang.
“OTP ini sifatnya rahasia personal, tidak bisa disampaikan atau diketahui oleh orang lain,” tegas Rosuli.
Selain menjaga data pribadi, peserta juga diingatkan untuk tidak sembarangan membuka tautan maupun file yang diterima melalui WhatsApp, SMS, email, ataupun platform digital lainnya.
Salah satu modus yang banyak digunakan pelaku adalah phishing, yaitu upaya mendapatkan informasi pribadi korban melalui tautan, situs, atau pesan yang dibuat seolah-olah berasal dari pihak resmi.

Kenali Berbagai Modus Kejahatan Digital
Dalam sosialisasi tersebut juga dibahas berbagai modus kejahatan digital lainnya, di antaranya skimming, social engineering, penipuan belanja online, investasi bodong, pembobolan rekening, hingga penyalahgunaan data pribadi.
Pada modus skimming, misalnya, pelaku dapat menggunakan perangkat tertentu pada mesin ATM untuk merekam data kartu dan memperoleh informasi PIN korban.
Karena itu, masyarakat diminta selalu memperhatikan kondisi mesin ATM sebelum melakukan transaksi. Apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan atau kartu terasa sulit dimasukkan, transaksi sebaiknya tidak dilanjutkan dan segera dilaporkan kepada pihak terkait.
Dalam transaksi melalui marketplace, masyarakat juga diimbau tidak mudah tergiur dengan penawaran yang harganya jauh di bawah harga pasar. Penggunaan platform resmi yang memiliki sistem perlindungan transaksi dan mekanisme pengembalian dana menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko penipuan.
Senkom Didorong Jadi Garda Edukasi Digital
Kewaspadaan juga diperlukan dalam penggunaan data pribadi. NIK maupun foto KTP, misalnya, tidak boleh diberikan secara sembarangan kepada pihak yang identitas dan kepentingannya tidak jelas.
Rosuli juga menyampaikan sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan digital, antara lain:
Tidak memberikan OTP dan PIN kepada siapa pun.
Memeriksa setiap tautan dan file yang mencurigakan.
Memastikan situs yang diakses merupakan situs resmi.
Mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun penting.
Menghindari transaksi sensitif menggunakan Wi-Fi publik.
Rutin memeriksa rekening dan riwayat transaksi.
Segera menghubungi pihak bank apabila menemukan transaksi yang tidak dikenal.
Apabila seseorang telah menjadi korban kejahatan digital, masyarakat diminta segera mengambil langkah cepat dengan melapor kepada kepolisian, memblokir rekening atau akun yang terkait, mengganti kata sandi, serta mengamankan seluruh bukti, seperti tangkapan layar, pesan, email, nomor rekening, dan riwayat komunikasi dengan pelaku.
Dari Tiga Titik, Satu Semangat
Bagi Senkom Kabupaten Malang, keikutsertaan dalam webinar tersebut bukan sekadar memenuhi agenda organisasi. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman pengurus menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan edukasi keamanan digital kepada masyarakat.
Dari Kepanjen, Gondanglegi, dan Pakis, para pengurus Senkom Kabupaten Malang menunjukkan semangat dan kekompakan yang sama dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang Lukman Hakim menegaskan bahwa peningkatan kapasitas anggota merupakan bagian penting dalam memperkuat peran Senkom di tengah masyarakat.
Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh dari sosialisasi tersebut, para pengurus diharapkan mampu meneruskan informasi kepada anggota dan masyarakat di wilayah masing-masing, sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga keamanan data dan transaksi di ruang digital.
Tiga titik lokasi, satu semangat: Senkom Kabupaten Malang terus bergerak, belajar, dan hadir untuk memberikan edukasi serta menjaga keamanan masyarakat di era digital.

Senin, 21 September 2026

Bersama Tim Gabungan Senkom Mita Polri SAR Pantau Kebakaran Gunung Kawi

WAGIR, MALANG — Asap tipis masih membumbung di sisa-sisa bara vegetasi lereng Gunung Kawi. Menanggapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang membakar sedikitnya 385 hektare lahan, Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang menerjunkan 10 personel khusus untuk bergabung dalam operasi penanganan darurat di Posko Merkusi, Desa Precet, Kecamatan Wagir.

​Aksi tanggap darurat diawali dengan apel siaga yang dipimpin langsung oleh Asper/KBKPH Kepanjen, Tamat Totok. Tepat pukul 08.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Senkom, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, TNI-Polri, Perhutani, LMDH, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) bergerak menembus jalur terjal menuju Puncak Pitrang untuk memantau sisa-sisa titik api.

​Ketua Senkom Kabupaten Malang, Lukman Hakim, S.M., menegaskan bahwa kehadiran anggotanya adalah bentuk komitmen sinergi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga dari ancaman karhutla.

​“Senkom Kabupaten Malang hadir langsung di lapangan bersama tim gabungan. Fokus utama kami adalah pemantauan ketat serta respons cepat jika menemukan potensi kobaran api maupun kepulan asap sekecil apa pun,” tegas Lukman di lokasi.


​Dampak Kebakaran: Ratusan Hektare Lahan Hangus & Pipa Air Warga Putus

​Berdasarkan pendataan koordinat oleh Pos Lapang Merkusi, dampak kebakaran terbagi di tiga wilayah utama:

  • ​Kecamatan Wagir: 362 Hektare
  • ​Kecamatan Ngajum: 18 Hektare
  • ​Kecamatan Wonosari: 5 Hektare

​Meski tidak ditemukan lagi kobaran api berskala besar di area observasi utama, titik rawan masih membayangi kawasan Gunung Gentong Kucur. Bara api yang tersembunyi di dalam batang pohon mati berpotensi memicu api susulan saat terhempas angin kencang.


​Tak hanya mengancam ekosistem hutan, amukan si jago merah turut merusak insfrastruktur vital warga. Jalur pipa air minum di area Gunung Gentong hangus terbakar, mengakibatkan pasokan air bersih menuju permukiman warga Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, terputus total.

​Pemboman Air (Water Bombing) & Pemantauan Darat

​Sebagai upaya percepatan penyiraman di titik-titik curam yang sulit dijangkau dari darat, BPBD Provinsi Jatim mengerahkan helikopter untuk melakukan water bombing sebanyak 12 kali pengeboman air di Blok Pitrang Barat (wilayah perbatasan Kabupaten Blitar).

​Lukman mengingatkan seluruh tim agar tidak lengah meskipun situasi mulai terkendali.

​“Bara api tersisa adalah musuh tersembunyi. Pemantauan berkelanjutan dan pendinginan (cooling down) harus terus berjalan hingga Gunung Kawi benar-benar aman,” pungkasnya.

Senin, 07 September 2026

Kapolsek Kepanjen Kunjungi Mako Senkom, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Kamtibmas

📍 Kepanjen, 2 September 2026 — Kapolsek Kepanjen, Bapak Subijanto, S.H., beserta jajaran melakukan kunjungan ke Mako Senkom Kepanjen yang berlokasi di Jl. Krapyak, Cepokomulyo, Kepanjen.

Kunjungan tersebut disambut oleh jajaran kepengurusan Senkom Kepanjen, di antaranya Ketua Korcam Senkom Kepanjen Rhoma Asari, S.M., M.M., Wakil Ketua Sulthoni Suryono, Sekretaris Gagut Amri Raharja, serta wakil ketua Senkom kab. Malang M. Santosa, S.H.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Kepanjen menyampaikan apresiasi 👍 atas kinerja dan kontribusi Senkom yang selama ini turut membantu berbagai kegiatan di wilayah hukum Polsek Kepanjen.

Kapolsek juga mengapresiasi kekompakan dan kebersamaan jajaran Senkom dalam mendukung berbagai kegiatan serta membantu menjaga kondusivitas wilayah. 👏

Senkom Kepanjen menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dan bekerja sama dengan Polsek Kepanjen dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan dan keamanan serta ketertiban masyarakat. 🤝

Senkom juga memohon agar senantiasa mendapatkan arahan dan bimbingan dari Polsek Kepanjen, mengingat Senkom dalam pelaksanaan tugasnya berada di bawah pembinaan fungsi Binmas.

✨ Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara Polsek Kepanjen dan Senkom, sehingga bersama-sama dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan menjaga keamanan wilayah Kepanjen.

Senkom Kompak, Sinergi untuk Negeri! 🇮🇩