Minggu, 27 September 2026

Senkom SAR Jatim Ikuti Webinar PB SAR, Perkuat Kompetensi Penanganan Kecelakaan dan Kebakaran

Ketua Biro Penanggulangan Bencana dan Search and Rescue (SAR) Senkom Mitra Polri Jawa Timur, Lukman Hakim, bersama perwakilan Senkom kabupaten/kota se-Jawa Timur mengikuti webinar Pengurus Besar Penanggulangan Bencana dan Search and Rescue (PB SAR) Senkom Mitra Polri, Minggu (27/9/2026).

Webinar yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting tersebut mengangkat tema “Optimalisasi Peran PB SAR dalam Penanganan Pertolongan Pertama Kecelakaan Kendaraan dan Pencegahan Bencana Awal Terjadinya Kebakaran.”

Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi personel Rescue Senkom, khususnya dalam melakukan pertolongan awal pada kecelakaan kendaraan, penanganan awal kebakaran, serta pelaporan kejadian bencana secara cepat dan terukur.

Lukman Hakim mengatakan kegiatan tersebut memberikan pengetahuan yang bermanfaat bagi personel Rescue Senkom Jatim dalam meningkatkan kesiapan menghadapi kondisi darurat di lapangan.

“Ini sangat bagus dan bermanfaat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kompetensi personel Rescue Senkom Jatim dalam memberikan pertolongan awal di lapangan,” ujar Lukman.

Webinar menghadirkan Kepala Departemen PB SAR Senkom Mitra Polri, Edi Ermawan; Wakil Kepala Departemen PB SAR PP Senkom Mitra Polri, H. Mujiyono, S.E., M.H.; serta Liana Indriana, tenaga medis dan dosen yang memiliki latar belakang Magister Keselamatan dan Kesehatan Kerja Universitas Indonesia.

Dalam pemaparannya, Edi Ermawan menekankan pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam pelaporan setiap kejadian bencana maupun keadaan darurat yang melibatkan anggota Senkom Mitra Polri dan keluarganya di daerah.

Menurut Edi, laporan awal perlu segera disampaikan meskipun proses pendataan di lapangan belum sepenuhnya selesai. Data tersebut dapat diperbarui secara berkala sesuai perkembangan kondisi.

“Data yang sudah masuk itu dilaporkan terlebih dahulu dengan dilengkapi update data,” kata Edi.

Ia menjelaskan, laporan kejadian juga perlu memuat estimasi kerugian serta kebutuhan mendesak korban. Kebutuhan tersebut dapat berupa terpal, tempat tinggal sementara, rumah singgah, maupun bantuan lain sesuai kondisi di lapangan.


Edi mengatakan mekanisme tersebut diperlukan karena pendataan di wilayah terdampak bencana tidak selalu dapat dilakukan secara bersamaan. Kendala komunikasi, akses menuju lokasi, dan luas wilayah terdampak dapat menyebabkan proses pendataan berlangsung secara bertahap.

Formulir pendataan yang digunakan jajaran Senkom, lanjutnya, merupakan bagian dari pendataan awal atau rapid assessment yang menjadi dasar untuk menentukan langkah penanganan selanjutnya.

Sementara itu, Mujiyono memberikan materi mengenai pertolongan awal pada kecelakaan kendaraan atau vehicle accident rescue. Ia menjelaskan bahwa kecelakaan kendaraan merupakan kondisi yang memiliki berbagai potensi bahaya sehingga penanganannya membutuhkan personel yang kompeten, peralatan memadai, dan penerapan prosedur operasi standar (SOP).

Menurut Mujiyono, keberhasilan pertolongan di lapangan dipengaruhi kompetensi personel, kesiapan peralatan, kondisi fisik dan mental, pembagian tugas dalam tim, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.

“Berhasilnya sebuah pertolongan di lapangan tergantung dari siapa yang melaksanakan, sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Sebelum melakukan pertolongan, personel rescue harus memastikan lokasi kejadian aman. Tahapan awal antara lain melakukan penilaian kondisi lokasi, mengamankan area, menstabilkan kendaraan, membuat akses menuju korban, serta memastikan tidak terdapat bahaya lain yang dapat mengancam keselamatan penolong maupun korban.

Mujiyono juga mengingatkan kemungkinan adanya cedera tulang belakang pada korban kecelakaan kendaraan. Karena itu, proses pemindahan dan evakuasi harus dilakukan secara hati-hati menggunakan teknik serta peralatan yang sesuai, seperti tandu, perangkat ekstrikasi, neck collar, dan perlengkapan pendukung lainnya.

Selain aspek teknis, struktur komando dalam tim rescue juga menjadi bagian penting. Komandan tim harus mampu melakukan penilaian situasi, membagi tugas, mengendalikan personel, dan mengambil keputusan sesuai kondisi di lapangan.

Koordinasi dengan unsur lain, seperti kepolisian, Basarnas, layanan medis, dan instansi terkait, juga diperlukan dalam penanganan keadaan darurat.

Materi berikutnya disampaikan Liana Indriana mengenai pencegahan dan penanganan awal kebakaran. Ia menekankan pentingnya pengetahuan dan kesiapan mental personel rescue karena kondisi darurat tidak selalu dapat diprediksi.

Menurut Liana, seorang penolong harus mampu mengendalikan kepanikan agar tidak berubah status menjadi korban ketika menjalankan tugas penyelamatan.

Ia juga menjelaskan pentingnya safety induction dalam berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang. Informasi mengenai jalur evakuasi, lokasi aman, dan titik kumpul perlu diketahui peserta kegiatan untuk menghadapi kemungkinan keadaan darurat.

Dalam materi dasar kebakaran, Liana menjelaskan bahwa api merupakan reaksi kimia cepat antara bahan bakar dan oksigen yang menghasilkan panas, cahaya, dan gas. Api yang tidak dapat dikendalikan dapat berkembang menjadi kebakaran dan menimbulkan bahaya bagi manusia maupun lingkungan sekitar.

Liana memperkenalkan konsep segitiga api yang terdiri atas bahan bakar, oksigen, dan panas. Pengendalian kebakaran pada tahap awal dapat dilakukan dengan menghilangkan salah satu unsur tersebut menggunakan metode dan peralatan yang sesuai.

Ia juga menjelaskan klasifikasi kebakaran, antara lain kelas A yang melibatkan bahan padat seperti kayu, kertas, karet, dan kain; kelas B yang melibatkan bahan cair atau gas yang mudah terbakar; kelas C yang berkaitan dengan peralatan listrik bertegangan; serta kelas D yang melibatkan logam tertentu. Untuk kebakaran yang melibatkan minyak atau lemak pada peralatan memasak, terdapat klasifikasi khusus yang dalam sejumlah standar dikenal sebagai kelas K.

Menurut Liana, pemahaman mengenai klasifikasi kebakaran penting agar personel dapat menentukan metode dan media pemadaman yang sesuai serta tidak membahayakan diri sendiri.

Ia juga memaparkan bahwa penyebaran panas dan api dapat terjadi melalui beberapa mekanisme, antara lain radiasi, konveksi, konduksi, dan kontak langsung. Pemahaman terhadap pola penyebaran tersebut diperlukan untuk menentukan zona aman, jalur evakuasi, serta langkah pengamanan lokasi.


Dalam kondisi kebakaran, personel rescue harus terlebih dahulu memastikan potensi bahaya sebelum memasuki area kejadian. Apabila kondisi belum aman, prioritas penanganan adalah mengendalikan bahaya dan melakukan pendinginan dari jarak aman sesuai prosedur.

Melalui webinar tersebut, jajaran Senkom Mitra Polri diharapkan semakin memahami batas tugas, prosedur keselamatan, teknik pertolongan awal, pencegahan kebakaran, serta mekanisme pelaporan kejadian.

Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan memperkuat kesiapsiagaan Rescue Senkom Jatim dalam memberikan respons awal secara terukur, aman, dan sesuai kompetensi ketika menghadapi kecelakaan kendaraan maupun kejadian bencana di wilayah masing-masing.



Senkom Kabupaten Malang Kompak Ikuti Webinar, Perkuat Kewaspadaan Hadapi Kejahatan Transaksi Digital


MALANG, 26 September 2026 — Semakin maraknya berbagai modus kejahatan di ruang digital mendorong Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang untuk terus meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan anggotanya. Sebanyak 40 pengurus Senkom Kabupaten Malang dan jajaran kecamatan mengikuti webinar Sosialisasi Hukum yang diselenggarakan Senkom Mitra Polri Provinsi Jawa Timur, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan bertajuk “Antisipasi Kejahatan Transaksi Elektronik: Menjaga Keamanan di Tengah Kenyamanan Transaksi Digital” tersebut diikuti secara daring dari tiga titik lokasi, yakni Mako Senkom Kabupaten Malang di Kepanjen, wilayah Gondanglegi, dan wilayah Pakis.
Kekompakan jajaran Senkom Kabupaten Malang dalam mengikuti kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk meningkatkan kapasitas pengurus sekaligus memperkuat peran Senkom dalam memberikan edukasi dan informasi keamanan kepada masyarakat.
Kegiatan di Kabupaten Malang dikomandoi langsung oleh Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang, Lukman Hakim. Dari tiga titik lokasi, para pengurus mengikuti pemaparan materi secara serius dan interaktif.
Kegiatan sosialisasi ini juga diikuti pengurus dan anggota Senkom Mitra Polri dari 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Materi disampaikan oleh Aiptu Rosuli Amri Naim, Bhabinkamtibmas Polrestabes Surabaya, yang memberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk kejahatan transaksi elektronik serta langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat untuk mencegah menjadi korban.
Waspadai OTP, PIN hingga Data Pribadi
Dalam pemaparannya, Rosuli mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kerahasiaan data pribadi, terutama NIK, PIN, kata sandi, dan kode One-Time Password (OTP).
Menurutnya, data tersebut merupakan informasi yang sangat penting dan dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk mengambil alih akun maupun rekening seseorang.
“OTP ini sifatnya rahasia personal, tidak bisa disampaikan atau diketahui oleh orang lain,” tegas Rosuli.
Selain menjaga data pribadi, peserta juga diingatkan untuk tidak sembarangan membuka tautan maupun file yang diterima melalui WhatsApp, SMS, email, ataupun platform digital lainnya.
Salah satu modus yang banyak digunakan pelaku adalah phishing, yaitu upaya mendapatkan informasi pribadi korban melalui tautan, situs, atau pesan yang dibuat seolah-olah berasal dari pihak resmi.

Kenali Berbagai Modus Kejahatan Digital
Dalam sosialisasi tersebut juga dibahas berbagai modus kejahatan digital lainnya, di antaranya skimming, social engineering, penipuan belanja online, investasi bodong, pembobolan rekening, hingga penyalahgunaan data pribadi.
Pada modus skimming, misalnya, pelaku dapat menggunakan perangkat tertentu pada mesin ATM untuk merekam data kartu dan memperoleh informasi PIN korban.
Karena itu, masyarakat diminta selalu memperhatikan kondisi mesin ATM sebelum melakukan transaksi. Apabila menemukan sesuatu yang mencurigakan atau kartu terasa sulit dimasukkan, transaksi sebaiknya tidak dilanjutkan dan segera dilaporkan kepada pihak terkait.
Dalam transaksi melalui marketplace, masyarakat juga diimbau tidak mudah tergiur dengan penawaran yang harganya jauh di bawah harga pasar. Penggunaan platform resmi yang memiliki sistem perlindungan transaksi dan mekanisme pengembalian dana menjadi salah satu langkah untuk mengurangi risiko penipuan.
Senkom Didorong Jadi Garda Edukasi Digital
Kewaspadaan juga diperlukan dalam penggunaan data pribadi. NIK maupun foto KTP, misalnya, tidak boleh diberikan secara sembarangan kepada pihak yang identitas dan kepentingannya tidak jelas.
Rosuli juga menyampaikan sejumlah langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keamanan digital, antara lain:
Tidak memberikan OTP dan PIN kepada siapa pun.
Memeriksa setiap tautan dan file yang mencurigakan.
Memastikan situs yang diakses merupakan situs resmi.
Mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun penting.
Menghindari transaksi sensitif menggunakan Wi-Fi publik.
Rutin memeriksa rekening dan riwayat transaksi.
Segera menghubungi pihak bank apabila menemukan transaksi yang tidak dikenal.
Apabila seseorang telah menjadi korban kejahatan digital, masyarakat diminta segera mengambil langkah cepat dengan melapor kepada kepolisian, memblokir rekening atau akun yang terkait, mengganti kata sandi, serta mengamankan seluruh bukti, seperti tangkapan layar, pesan, email, nomor rekening, dan riwayat komunikasi dengan pelaku.
Dari Tiga Titik, Satu Semangat
Bagi Senkom Kabupaten Malang, keikutsertaan dalam webinar tersebut bukan sekadar memenuhi agenda organisasi. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman pengurus menghadapi perkembangan teknologi yang semakin cepat sekaligus meningkatkan kemampuan dalam menyampaikan edukasi keamanan digital kepada masyarakat.
Dari Kepanjen, Gondanglegi, dan Pakis, para pengurus Senkom Kabupaten Malang menunjukkan semangat dan kekompakan yang sama dalam mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang Lukman Hakim menegaskan bahwa peningkatan kapasitas anggota merupakan bagian penting dalam memperkuat peran Senkom di tengah masyarakat.
Dengan bekal pengetahuan yang diperoleh dari sosialisasi tersebut, para pengurus diharapkan mampu meneruskan informasi kepada anggota dan masyarakat di wilayah masing-masing, sehingga semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya menjaga keamanan data dan transaksi di ruang digital.
Tiga titik lokasi, satu semangat: Senkom Kabupaten Malang terus bergerak, belajar, dan hadir untuk memberikan edukasi serta menjaga keamanan masyarakat di era digital.

Senin, 21 September 2026

Bersama Tim Gabungan Senkom Mita Polri SAR Pantau Kebakaran Gunung Kawi

WAGIR, MALANG — Asap tipis masih membumbung di sisa-sisa bara vegetasi lereng Gunung Kawi. Menanggapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang membakar sedikitnya 385 hektare lahan, Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang menerjunkan 10 personel khusus untuk bergabung dalam operasi penanganan darurat di Posko Merkusi, Desa Precet, Kecamatan Wagir.

​Aksi tanggap darurat diawali dengan apel siaga yang dipimpin langsung oleh Asper/KBKPH Kepanjen, Tamat Totok. Tepat pukul 08.00 WIB, tim gabungan yang terdiri dari Senkom, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, TNI-Polri, Perhutani, LMDH, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) bergerak menembus jalur terjal menuju Puncak Pitrang untuk memantau sisa-sisa titik api.

​Ketua Senkom Kabupaten Malang, Lukman Hakim, S.M., menegaskan bahwa kehadiran anggotanya adalah bentuk komitmen sinergi menjaga kelestarian lingkungan dan keselamatan warga dari ancaman karhutla.

​“Senkom Kabupaten Malang hadir langsung di lapangan bersama tim gabungan. Fokus utama kami adalah pemantauan ketat serta respons cepat jika menemukan potensi kobaran api maupun kepulan asap sekecil apa pun,” tegas Lukman di lokasi.


​Dampak Kebakaran: Ratusan Hektare Lahan Hangus & Pipa Air Warga Putus

​Berdasarkan pendataan koordinat oleh Pos Lapang Merkusi, dampak kebakaran terbagi di tiga wilayah utama:

  • ​Kecamatan Wagir: 362 Hektare
  • ​Kecamatan Ngajum: 18 Hektare
  • ​Kecamatan Wonosari: 5 Hektare

​Meski tidak ditemukan lagi kobaran api berskala besar di area observasi utama, titik rawan masih membayangi kawasan Gunung Gentong Kucur. Bara api yang tersembunyi di dalam batang pohon mati berpotensi memicu api susulan saat terhempas angin kencang.


​Tak hanya mengancam ekosistem hutan, amukan si jago merah turut merusak insfrastruktur vital warga. Jalur pipa air minum di area Gunung Gentong hangus terbakar, mengakibatkan pasokan air bersih menuju permukiman warga Dusun Sumbersari, Desa Wonosari, terputus total.

​Pemboman Air (Water Bombing) & Pemantauan Darat

​Sebagai upaya percepatan penyiraman di titik-titik curam yang sulit dijangkau dari darat, BPBD Provinsi Jatim mengerahkan helikopter untuk melakukan water bombing sebanyak 12 kali pengeboman air di Blok Pitrang Barat (wilayah perbatasan Kabupaten Blitar).

​Lukman mengingatkan seluruh tim agar tidak lengah meskipun situasi mulai terkendali.

​“Bara api tersisa adalah musuh tersembunyi. Pemantauan berkelanjutan dan pendinginan (cooling down) harus terus berjalan hingga Gunung Kawi benar-benar aman,” pungkasnya.

Senin, 07 September 2026

Kapolsek Kepanjen Kunjungi Mako Senkom, Perkuat Sinergi dan Kolaborasi Kamtibmas

📍 Kepanjen, 2 September 2026 — Kapolsek Kepanjen, Bapak Subijanto, S.H., beserta jajaran melakukan kunjungan ke Mako Senkom Kepanjen yang berlokasi di Jl. Krapyak, Cepokomulyo, Kepanjen.

Kunjungan tersebut disambut oleh jajaran kepengurusan Senkom Kepanjen, di antaranya Ketua Korcam Senkom Kepanjen Rhoma Asari, S.M., M.M., Wakil Ketua Sulthoni Suryono, Sekretaris Gagut Amri Raharja, serta wakil ketua Senkom kab. Malang M. Santosa, S.H.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Kepanjen menyampaikan apresiasi 👍 atas kinerja dan kontribusi Senkom yang selama ini turut membantu berbagai kegiatan di wilayah hukum Polsek Kepanjen.

Kapolsek juga mengapresiasi kekompakan dan kebersamaan jajaran Senkom dalam mendukung berbagai kegiatan serta membantu menjaga kondusivitas wilayah. 👏

Senkom Kepanjen menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dan bekerja sama dengan Polsek Kepanjen dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan dan keamanan serta ketertiban masyarakat. 🤝

Senkom juga memohon agar senantiasa mendapatkan arahan dan bimbingan dari Polsek Kepanjen, mengingat Senkom dalam pelaksanaan tugasnya berada di bawah pembinaan fungsi Binmas.

✨ Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara Polsek Kepanjen dan Senkom, sehingga bersama-sama dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan menjaga keamanan wilayah Kepanjen.

Senkom Kompak, Sinergi untuk Negeri! 🇮🇩

Minggu, 31 Mei 2026

Senkom Bersama Satlantas Polres Malang gelar Coaching Clinic SIM


Kepanjen, Dalam rangka meningkatkan pemahaman, keterampilan, serta kesadaran masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas, Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang bekerja sama dengan Satlantas Polres Malang menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic SIM A dan SIM C pada Minggu, 31 Mei 2026 bertempat di Satpas Prototype Tegaron, Kepanjen, Kabupaten Malang.

 Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 WIB hingga 11.30 WIB tersebut difasilitasi penuh oleh Satlantas Polres Malang dan dihadiri oleh Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang, dewan pembina, panitia pelaksana, serta peserta dari empat koordinator daerah (Korda) Senkom Kabupaten Malang.

 Berdasarkan data peserta yang terdaftar, kegiatan diikuti oleh 56 peserta, terdiri dari 7 peserta SIM A dan 49 peserta SIM C, yang berasal dari Korda Kepanjen, Selatan, Timur, dan Utara. Selain itu, kegiatan didukung oleh 12 panitia dan 1 Dewan Pembina.

 Materi pembinaan dan edukasi disampaikan oleh:
1. Nova Hanta Putra, S.H., Baur Satpas Prototype Polres Malang.
2. Bripda Agraham Sabiyan, Ba Uji Praktik Satpas Prototype Polres Malang.
3. Tim penguji praktik Satpas Prototype Polres Malang lainnya.

 Dalam kegiatan tersebut peserta memperoleh materi terkait keselamatan berlalu lintas, tata cara dan persyaratan penerbitan SIM, etika berkendara, pemahaman peraturan lalu lintas, serta praktik langsung uji keterampilan berkendara SIM A dan SIM C. Materi juga menekankan pentingnya budaya tertib berlalu lintas guna menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas. 

Melalui kegiatan ini diharapkan peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkendara, menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing, serta turut mendukung terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Kabupaten Malang. 
 Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Satlantas Polres Malang atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan memberikan manfaat bagi seluruh peserta.

Kamis, 30 April 2026

Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang Tunjukkan Soliditas di Apel Sabuk Kamtibmas

Peran aktif Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang kembali menjadi sorotan dalam kegiatan Apel Gelar Pasukan Sabuk Kamtibmas yang digelar Polres Malang di halaman Mapolres, Kamis (30/4/2026).

Apel yang dipimpin langsung oleh Kapolres Malang, Muhammad Taat Resdi, ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi lintas elemen guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Malang.


Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur penting, mulai dari TNI-Polri, pemerintah daerah, hingga organisasi kemasyarakatan seperti GP Ansor, Banser, Kokam Muhammadiyah, komunitas relawan ambulans, Supeltas, ojek online, Pokdar Kamtibmas, RAPI, serta Senkom Mitra Polri yang dikenal aktif dalam bidang komunikasi dan pengamanan masyarakat.

Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa Apel Sabuk Kamtibmas bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata komitmen bersama dalam menjaga keamanan wilayah.

“Apel ini merupakan wujud kolaborasi nyata antara Polri dan seluruh elemen masyarakat dalam memperkuat sistem keamanan berbasis partisipasi,” tegasnya.


Sementara itu, Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang, Lukman Hakim, menyampaikan kesiapan penuh jajarannya untuk terus bersinergi dengan Polri dan seluruh stakeholder.

“Senkom siap menjadi garda terdepan dalam mendukung terciptanya kamtibmas yang aman dan kondusif. Kami akan terus meningkatkan koordinasi, komunikasi, serta kesiapsiagaan anggota di lapangan,” ujarnya.

Ia menambahkan, peran Senkom tidak hanya terbatas pada pengamanan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam penyampaian informasi serta menangkal potensi gangguan keamanan, termasuk hoaks dan provokasi di tengah masyarakat.

“Senkom hadir sebagai mata dan telinga di masyarakat, sekaligus menjadi agen pendingin dalam setiap dinamika sosial yang berkembang,” imbuhnya.

Melalui kegiatan ini, sinergi yang terbangun diharapkan mampu memperkuat sistem keamanan berbasis masyarakat hingga ke tingkat desa. Apel Sabuk Kamtibmas juga menjadi pengingat bahwa tantangan keamanan ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan soliditas, kewaspadaan, dan kolaborasi berkelanjutan dari seluruh elemen bangsa.

Dengan semangat kebersamaan, seluruh peserta apel diharapkan terus menjaga persatuan serta menciptakan situasi yang aman, damai, dan sejahtera di wilayah Kabupaten Malang.

Minggu, 26 April 2026

Senkom Kabupaten Malang Gelar Bakti Sosial Bedah Rumah, Wujud Kepedulian Nyata untuk Warga


Kabupaten Malang – Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui kegiatan bakti sosial bedah rumah bagi warga kurang mampu. Program rutin tahunan ini kali ini menyasar kediaman Bapak Trianuso, warga Desa Jatiguwi RT 38 RW 09, Kecamatan Sumberpucung.

Kegiatan bedah rumah ini merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi Senkom dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi warga yang masih menempati hunian tidak layak.


Menurut M Rifai, selaku Kepala Tim Tukang Senkom Kabupaten Malang, program bedah rumah ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan dua kali dalam setahun dengan sasaran bergantian.

“Bedah rumah ini merupakan kegiatan rutin Senkom yang dilaksanakan dua kali setiap tahun, dengan prioritas warga yang rumahnya belum layak huni,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan kegiatan pada Minggu (26/04/2026) merupakan hari kedua dari total tiga hari pengerjaan yang telah direncanakan. Proses renovasi dilakukan secara gotong royong oleh tim relawan Senkom bersama masyarakat setempat.

Perkuat Kepedulian Sosial di Tengah Masyarakat

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Senkom Kabupaten Malang, Lukman Hakim, yang memberikan dukungan langsung di lokasi kegiatan.

Dalam keterangannya, Lukman berharap program sosial seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar keberadaan Senkom semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

“Kami berharap kegiatan ini terus berjalan sehingga kehadiran Senkom benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.


Wujud Nyata Semangat Gotong Royong

Kegiatan bedah rumah ini tidak hanya menjadi bentuk bantuan fisik semata, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan solidaritas sosial antara relawan dan masyarakat.

Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup warga penerima manfaat sekaligus memperkuat peran Senkom sebagai mitra masyarakat dalam bidang sosial kemasyarakatan

(S16LKM)

Muskot IV Senkom Kota Batu, Perkuat Sinergi dan Komitmen untuk Masyarakat


Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu, Heli Suyanto, menegaskan pentingnya peran Senkom Mitra Polri Kota Batu dalam mendukung kegiatan kemasyarakatan, khususnya di bidang sosial dan kebencanaan. Hal tersebut disampaikan dalam Musyawarah Kota (Muskot) IV Senkom yang digelar di Gedung Graha Pancasila, Sabtu (25/04/2026).

Dalam sambutannya, Heli menyampaikan bahwa selama lebih dari dua dekade, Senkom telah menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Kehadiran anggota Senkom dalam berbagai kegiatan sosial dinilai sangat membantu pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Senkom sangat membantu pemerintah, terutama dalam kegiatan sosial dan kebencanaan. Di Kota Batu, hampir di setiap kegiatan masyarakat, teman-teman Senkom selalu hadir,” ujarnya.

Ia juga berharap ke depan Senkom terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat agar kontribusinya semakin luas dan berdampak nyata.

Hadirkan Sinergi Lintas Sektor

Muskot IV ini dihadiri berbagai unsur penting, di antaranya Kodim 0818, Polres Batu, ORARI, BPBD, Relawan Brantas, RAPI, Bela Negara, serta Forkopimda Kota Batu. Turut hadir pula Ketua Senkom Kabupaten Malang, Lukman Hakim, yang mengikuti kegiatan hingga selesai.

Ketua Senkom Jawa Timur, Ir. Maun, dalam kesempatan tersebut mengapresiasi kinerja Senkom Kota Batu yang dinilai aktif dan berkontribusi nyata. Ia berharap Muskot IV ini dapat melahirkan pemimpin yang visioner serta mampu membawa organisasi semakin maju.

“Siapapun yang terpilih harus mampu mengembangkan program Senkom serta bersinergi dengan Pemerintah Kota Batu, Polres, dan Kodim,” tegasnya.

Momentum Evaluasi dan Penguatan Program

Sementara itu, Ketua Senkom Kota Batu, Ari Sri Mulyono, menjelaskan bahwa Muskot IV merupakan agenda lima tahunan yang tidak hanya berfokus pada pemilihan ketua, tetapi juga menjadi ajang evaluasi kinerja serta penyusunan program kerja ke depan.

Dengan mengusung tema “Mewujudkan Senkom Mitra Polri yang PRIMA (Profesional, Responsif, Inovatif, Modern, dan Akuntabel) serta Berkarakter untuk Kota Batu”, diharapkan Senkom semakin solid dan adaptif dalam menghadapi tantangan zaman.


Ari menambahkan, selama ini Senkom aktif dalam tiga bidang utama, yaitu kamtibmas, bela negara, dan kebencanaan. Dalam bidang bela negara, Senkom berperan dalam pendidikan wawasan kebangsaan. Pada bidang kamtibmas, organisasi ini terlibat dalam pengamanan hari besar nasional dan objek vital, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui berbagai pelatihan.

Sedangkan di bidang kebencanaan, Senkom turut ambil bagian dalam berbagai penanganan bencana di wilayah Kota Batu, mulai dari kesiapsiagaan hingga respons cepat di lapangan.

Perkuat Peran dan Kesiapsiagaan

Muskot IV ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus meningkatkan peran Senkom dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kesiapsiagaan masyarakat di Kota Batu.

Dengan sinergi yang semakin solid antara pemerintah, aparat, dan elemen masyarakat, keberadaan Senkom diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam pelayanan kemasyarakatan yang profesional dan berkarakter.

Kamis, 19 Maret 2026

Pastikan Kesiapan Mudik Lebaran, Pengprov Senkom Jatim Tinjau Posko Rest Area Pakisaji


Kabupaten Malang – Dalam rangka memastikan kesiapan pelayanan bagi masyarakat menjelang arus mudik Lebaran 1447 Hijriah, jajaran Senkom Mitra Polri Jawa Timur melakukan peninjauan langsung ke posko pelayanan di rest area Pakisaji, Kabupaten Malang, Kamis (19/3/2026) malam.

Rombongan dipimpin Ketua Pengurus Provinsi Senkom Jatim, Maun, didampingi Sekretaris Wahjoe Soetiono,Wakil Sekretaris Dedy dan Royan  . Kehadiran mereka sekitar pukul 21.00 WIB disambut oleh jajaran Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang yang tengah bertugas di lokasi.

Dalam arahannya, Ketua Pengprov menegaskan pentingnya kehadiran pimpinan di lapangan sebagai bentuk penguatan koordinasi sekaligus memastikan kesiapsiagaan seluruh personel.

“Kami ingin memastikan secara langsung bahwa anggota benar-benar siap siaga dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sekaligus memberikan semangat agar tugas ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa kunci keberhasilan pengamanan dan pelayanan selama arus mudik terletak pada soliditas dan komunikasi antaranggota di lapangan.

“Koordinasi harus terus dijaga. Dengan komunikasi yang baik, setiap potensi kendala bisa diantisipasi lebih cepat dan tepat,” tambahnya.

Rest area yang berada di jalur strategis Jalan Raya Pakisaji ini menjadi salah satu titik penting saat arus mudik dan balik Lebaran. Lokasi tersebut kerap dipadati kendaraan, sehingga keberadaan posko pelayanan sangat membantu para pemudik.

Di rest area ini, Senkom menyediakan berbagai fasilitas, mulai dari  Masjid, area parkir, tempat istirahat, Soft Drink Snack hingga ruang untuk sekadar melepas lelah sebelum melanjutkan perjalanan.

Sekretaris Senkom Jatim, Wahjoe Soetiono, mengapresiasi kesiapan sarana dan prasarana yang telah disiapkan oleh Senkom Kabupaten Malang.

“Fasilitas yang ada sudah sangat baik dan nyaman. Ini sangat membantu pemudik untuk beristirahat sejenak, bahkan hanya untuk sekadar menikmati minuman hangat agar stamina kembali pulih,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Senkom Kabupaten Malang, Lukman Hakim, menjelaskan bahwa jalur Pakisaji merupakan salah satu titik vital lalu lintas di wilayah Malang Raya saat Lebaran.

“Pada periode H-5 hingga H+5, jalur ini hampir selalu ramai. Oleh karena itu, kami berupaya menghadirkan rest area yang benar-benar bermanfaat bagi pemudik, khususnya yang membutuhkan tempat istirahat,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa kunjungan dari pengurus provinsi menjadi motivasi tersendiri bagi para anggota yang bertugas di lapangan.

“Kehadiran pimpinan memberikan semangat tambahan bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Usai melakukan peninjauan di Pakisaji, rombongan Pengprov Senkom Jatim melanjutkan kunjungan ke sejumlah posko pelayanan lainnya di wilayah Malang Raya, guna memastikan seluruh personel dalam kondisi siap siaga selama masa arus mudik dan balik Lebaran.



Perkuat Kebersamaan Ramadan, Senkom Kabupaten Malang Gelar Aksi Berbagi Takjil dan Buka Bersama Lintas Komunitas


Kabupaten Malang – Semangat kebersamaan dan kepedulian di bulan suci Ramadan kembali ditunjukkan oleh Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang melalui kegiatan berbagi takjil dan buka puasa bersama lintas komunitas, Selasa (17/3/2026). Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor DPD Golkar Kabupaten Malang, Jalan Raya Pakisaji, mulai pukul 16.30 WIB.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolres Malang, Muhammad Taat Resdianto, yang didampingi jajaran Polres Malang, unsur TNI, serta pemerintah desa dan Kecamatan setempat. Turut hadir pula berbagai elemen masyarakat dan komunitas, di antaranya RAPI, Banser, Pemuda Pancasila, Pecalang, PMI, Linmas, relawan, hingga komunitas ojek online dan LDII.

Dalam aksi sosial ini, ratusan paket takjil dibagikan kepada masyarakat yang melintas di jalur utama kawasan Pakisaji. Selama tiga hari pelaksanaan, total 1.750 paket takjil berhasil disalurkan, dengan rincian 750 paket pada hari pertama, serta masing-masing 500 paket pada hari kedua dan ketiga. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Dea Bakery Kepanjen sebagai sponsor utama.

Kapolres Malang, Muhammad Taat Resdianto, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi Senkom yang telah enam tahun berturut-turut menyelenggarakan kegiatan sosial di bulan Ramadan.

“Ini merupakan kegiatan yang sangat positif dan konsisten dilakukan setiap tahun. Lokasinya juga sangat strategis, terutama menjelang arus mudik dan pasca Lebaran yang biasanya mengalami peningkatan volume kendaraan,” ujarnya.

Selain berbagi takjil, Senkom juga menyediakan fasilitas rest area bagi masyarakat. Fasilitas tersebut meliputi tempat ibadah, area makan, tempat istirahat, hingga tempat tidur bagi pengguna jalan yang membutuhkan.

“Fasilitas yang disediakan sangat lengkap dan representatif. Ini sangat membantu masyarakat, khususnya para pemudik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang, Lukman Hakim, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat sinergi antara masyarakat, aparat keamanan, dan berbagai komunitas.

Menurutnya, semangat gotong royong yang terbangun dalam kegiatan ini menjadi kekuatan penting dalam menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya menjelang arus mudik Lebaran.

Melalui kegiatan ini, Senkom Kabupaten Malang tidak hanya berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan, tetapi juga mempererat kolaborasi lintas sektor demi terciptanya situasi yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.


Senin, 16 Maret 2026

Operasi Ketupat Semeru 2026 Dimulai, Ratusan Personel Senkom Disiagakan Amankan Mudik Lebaran di Malang



Tolong modif artikel berita di bawah ini buat semenarik mungkin untuk di baca " Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran mulai dipersiapkan secara matang. Operasi Ketupat Semeru 2026 resmi diawali dengan apel gelar pasukan yang digelar di halaman Pendopo Kabupaten Malang, Kamis (12/3/2026). Apel tersebut dipimpin langsung oleh Muhammad Taat Resdi dan diikuti oleh jajaran Kepolisian Resor Malang, unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Malang, serta berbagai elemen relawan termasuk Senkom Mitra Polri Kabupaten MalangOperasi Ketupat Semeru 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026, untuk memastikan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah berjalan aman dan lancar. Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengatakan apel gelar pasukan ini merupakan langkah awal untuk memastikan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana sebelum operasi pengamanan dimulai. “Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen dan sinergitas lintas sektor dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026,” ujar AKBP Taat. Dalam operasi tersebut, Polres Malang mengerahkan sekitar 225 personel yang akan melaksanakan berbagai kegiatan pengamanan, mulai dari patroli, pengaturan lalu lintas, penegakan hukum hingga pelayanan kepada masyarakat. Pengamanan akan difokuskan pada sejumlah titik strategis seperti tempat ibadah, jalur mudik dan balik, pusat perbelanjaan, objek wisata, permukiman warga, terminal, stasiun, SPBU, hingga perbankan dan titik rawan kemacetan maupun kriminalitas. Selain itu, potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat juga menjadi perhatian utama, terutama meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim mudik serta potensi kejahatan seperti pencurian rumah kosong yang ditinggalkan pemudik. “Sehingga pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib dan lancar,” tegasnya. Dalam apel tersebut, keberadaan Senkom Kabupaten Malang juga tampak bagian dari relawan yang dilibatkan dalam mendukung pengamanan. Ketua Senkom Kabupaten Malang, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan aparat keamanan dalam membantu kelancaran Operasi Ketupat Semeru 2026. Menurut Lukman Hakim, keikutsertaan Senkom merupakan bentuk komitmen organisasi dalam mendukung tugas kepolisian serta memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran. “Senkom Kabupaten Malang siap membantu pengamanan dan memberikan dukungan komunikasi serta informasi di lapangan agar pelaksanaan mudik berjalan aman dan lancar,” ujarnya. Kapolres Malang juga menekankan pentingnya sinergitas seluruh pihak dalam menyukseskan operasi pengamanan Lebaran. “Keberhasilan Operasi Ketupat ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu terus tingkatkan soliditas dan sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas. Bersama kita wujudkan mudik aman, keluarga bahagia,” pungkasnya"

Operasi Ketupat Semeru 2026 Dimulai, Ratusan Personel Disiagakan Amankan Mudik Lebaran di Malang

Pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026 mulai dipersiapkan secara serius oleh jajaran aparat keamanan di Kabupaten Malang. Hal ini ditandai dengan digelarnya Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 di halaman Pendopo Kabupaten Malang pada Kamis (12/3/2026).

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi, dan diikuti oleh jajaran Polres Malang, unsur TNI, Pemerintah Kabupaten Malang, serta berbagai elemen relawan, termasuk Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang.

Operasi Ketupat Semeru 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026. Operasi ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian arus mudik, perayaan, hingga arus balik Idulfitri 1447 Hijriah dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi menjelaskan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan langkah awal untuk memastikan seluruh personel dan perlengkapan telah siap sebelum operasi dimulai.

“Apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel maupun sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen dan sinergitas lintas sektor dalam rangka menyukseskan Operasi Ketupat 2026,” ujar AKBP Taat.

Dalam operasi ini, Polres Malang mengerahkan sekitar 225 personel yang akan bertugas melakukan berbagai kegiatan pengamanan. Mulai dari patroli, pengaturan lalu lintas, penegakan hukum, hingga pelayanan kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.

Pengamanan difokuskan pada sejumlah titik strategis, di antaranya tempat ibadah, jalur mudik dan balik, pusat perbelanjaan, objek wisata, permukiman warga, terminal, stasiun, SPBU, perbankan, serta titik-titik yang rawan kemacetan dan kriminalitas.

Selain kelancaran lalu lintas, aparat juga mewaspadai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat yang biasanya meningkat saat musim mudik. Salah satunya adalah pencurian rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya untuk pulang kampung.

“Dengan kesiapan ini diharapkan pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H dapat berjalan dengan aman, nyaman, tertib, dan lancar,” tegasnya.

Dalam kegiatan apel tersebut, kehadiran Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang juga menjadi bagian dari relawan yang turut dilibatkan dalam mendukung pengamanan. Ketua Senkom Kabupaten Malang, Lukman Hakim, menyampaikan bahwa pihaknya siap bersinergi dengan aparat keamanan demi kelancaran Operasi Ketupat Semeru 2026.

Menurutnya, keterlibatan Senkom merupakan bentuk komitmen organisasi dalam mendukung tugas kepolisian serta memberikan pelayanan kepada masyarakat selama masa mudik Lebaran.

“Senkom Kabupaten Malang siap membantu pengamanan serta memberikan dukungan komunikasi dan informasi di lapangan agar pelaksanaan mudik berjalan aman dan lancar,” ujarnya.

Kapolres Malang juga menekankan bahwa keberhasilan pengamanan mudik Lebaran tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

“Keberhasilan Operasi Ketupat ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Untuk itu terus tingkatkan soliditas dan sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas. Bersama kita wujudkan mudik aman, keluarga bahagia,” pungkasnya.

Rabu, 17 Desember 2025

Senkom Mitra Polri Kab Malang Siap Perkuat Sinergi Lintas Sektor OPS Nataru


Polres Malang bersama seluruh pemangku kepentingan mematangkan pengamanan perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 melalui sinergi lintas sektor. Langkah strategis ini ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang digelar di Polres Malang, Selasa (16/12/2025).

Pengamanan Nataru tahun ini dilaksanakan melalui Operasi Kepolisian Terpusat Lilin Semeru 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Operasi tersebut melibatkan personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah, serta elemen masyarakat, termasuk Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang.

Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. menegaskan bahwa Operasi Lilin Semeru merupakan operasi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada pengamanan arus lalu lintas, tetapi juga menjaga stabilitas sosial dan kekhidmatan ibadah masyarakat.


“Operasi Lilin Semeru 2025 dilaksanakan untuk mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif serta kelancaran, ketertiban, dan keselamatan lalu lintas selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026,” ujar AKBP Danang.

Berdasarkan pemetaan Polres Malang, Kabupaten Malang memiliki 6 stasiun kereta api, 13 terminal, 347 lokasi ibadah umat Nasrani, serta 183 destinasi wisata yang berpotensi mengalami lonjakan aktivitas masyarakat selama libur akhir tahun. Peningkatan arus kendaraan juga diprediksi terjadi dari Malang Selatan menuju Kota Malang serta dari Kota Batu ke arah Surabaya.

Selain fokus pada lalu lintas, Polres Malang mengantisipasi potensi kerawanan bencana alam, khususnya di wilayah rawan longsor dan banjir seperti Kecamatan Sumbermanjing Wetan, serta konsentrasi massa pada malam pergantian tahun di sejumlah titik keramaian.

Dalam kesempatan tersebut, Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pengamanan Nataru. Ketua Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang, Lukman Hakim, menegaskan bahwa Senkom siap bersinergi aktif di lapangan.

“Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang siap mendukung penuh Operasi Lilin Semeru 2025. Kami akan menurunkan anggota untuk membantu pengamanan, pemantauan kamtibmas, serta memberikan informasi cepat kepada aparat apabila ditemukan potensi gangguan keamanan maupun situasi darurat,” tegas Lukman Hakim.

Ia menambahkan, keterlibatan Senkom merupakan wujud partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan bersama, terutama pada momentum besar seperti Natal dan Tahun Baru yang melibatkan mobilitas dan aktivitas publik tinggi.

Dalam Operasi Lilin Semeru 2025, Polres Malang menyiagakan 318 personel gabungan dan mendirikan sejumlah pos pengamanan, meliputi Pos Terpadu Karanglo, Pos Pelayanan Poncokusumo, serta Pos Pengamanan di Karangploso, Lawang, Jalibar Kepanjen, Jalur Lintas Selatan (JLS) Bantur, dan satu pos polisi mobile.

AKBP Danang memastikan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Senkom Mitra Polri, akan terus diperkuat selama operasi berlangsung demi terciptanya situasi yang aman, tertib, dan kondusif di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

Sabtu, 15 November 2025

🌳 Senkom Kabupaten Malang Ikut Hijaukan Gunung Gede


Revitalisasi Lahan Bekas Tambang di Sumberejo Jadi Wujud Nyata Kepedulian Lingkungan

Gedangan, 14 November 2025 — Semangat pelestarian lingkungan kembali bergema di Kabupaten Malang. Bersama Pokmas Gundul Joyo, ratusan relawan dari berbagai unsur masyarakat menggelar kegiatan Penghijauan dan Revitalisasi Bekas Lahan Tambang di kawasan Gunung Gede, Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan, Jumat (14/11/2025).

Mengusung tema “Bersinergi Membangun Hijau: Revitalisasi Bekas Lahan Tambang Gunung Gede,” kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawabpemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan.


🤝 150 Relawan Turun Tangan, Senkom Kabupaten Malang Hadir dengan Kekuatan Penuh

Sekitar 150 peserta dari perwakilan LDII wilayah Gedangan, Bantur, Pagelaran, Gondanglegi, serta Relawan Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang hadir dan aktif dalam aksi penghijauan ini.

Senkom Kabupaten Malang datang langsung di bawah komando Ketua Senkom, Lukman Hakim, S.M., yang kembali terjun setelah tahun sebelumnya ikut dalam kegiatan serupa.

“Ini bukan hanya penanaman pohon. Ini penanaman harapan untuk masa depan lingkungan yang lebih baik,”
tegas Lukman Hakim saat ditemui di lokasi kegiatan.



🌱 Ratusan Bibit Pohon Produktif Diserahkan ke Pokmas Gundul Joyo

Ratusan bibit pohon produktif — Durian dan Nangka Merah — secara simbolis diserahkan kepada Ketua Pokmas Gundul Joyo, Drs. H. Isdianto, yang juga disaksikan oleh Perangkat Desa Sumberejo serta Ketua BPD sebagai bentuk dukungan penuh dari pemerintah desa.

Setelah prosesi penyerahan, seluruh peserta langsung bergerak menuju area lahan bekas tambang Gunung Gede untuk melakukan penanaman bersama. Deretan pohon muda mulai menghiasi kawasan yang sebelumnya gersang, menghadirkan harapan baru bagi pemulihan ekosistem.


🌄 Kebersamaan yang Menghidupkan Harapan Baru

Suasana penuh kebersamaan terlihat jelas ketika relawan Senkom, masyarakat LDII, dan unsur pemerintahan desa saling bahu membahu menanam bibit di area kritis.

Mereka bekerja tanpa sekat, punya semangat yang sama:
Mengembalikan hijau Gunung Gede.

Kegiatan ini menghasilkan sejumlah capaian penting:

✔ Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pelestarian lingkungan

✔ Terbangunnya komitmen bersama untuk merawat pohon yang telah ditanam

✔ Adanya sinergi masyarakat dan ormas dalam pemulihan lahan kritis


🌏 Langkah Kecil untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

Penghijauan ini diharapkan menjadi awal dari upaya panjang dalam memulihkan ekosistem Gunung Gede. Selain memperbaiki kualitas lingkungan, kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk ikut bergerak dalam menjaga alam.

“Semoga pohon-pohon ini tumbuh besar dan membawa manfaat bagi generasi mendatang. Menjaga alam adalah tugas bersama,”
ujar salah satu perwakilan LDII Gedangan.

Dengan semangat kolaborasi yang kuat, kegiatan ini membuktikan bahwa kepedulian lingkungan dapat menjadi pemersatu masyarakat lintas organisasi.


📝 Redaksi Website Senkom Kabupaten Malang
📷 Dokumentasi: Senkom Mitra Polri Kab. Malang


Jika Anda ingin, saya bisa bantu buatkan judul alternatif, caption Instagram/Facebook, atau versi singkat untuk flyer kegiatan.

Anda bilang:
Test
ChatGPT bilang:

Halo! Pesan diterima dengan baik.
Ada yang ingin Anda lanjutkan atau minta bantuannya? 😊

Anda bilang:
Tolong bikin berita menarik buat web artikel berikut ini "Jumat, 14 November 2025 Upaya pelestarian lingkungan kembali digelorakan di Kabupaten Malang bersama Pokmas Gundul Joyo melalui kegiatan Penghijauan dan Revitalisasi Bekas Lahan Tambang di kawasan Gunung Gede, Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan. Dengan tema “Bersinergi Membangun Hijau: Revitalisasi Bekas Lahan Tambang Gunung Gede”, kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi masyarakat dalam memulihkan lingkungan Sekitar 150 peserta dari perwakilan ormas LDII di wilayah Gedangan, Bantur, Pagelaran, Gondanglegi serta Relawan Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang turut ambil bagian dalam aksi penghijauan tersebut. Langsung di bawah komando ketua lukman hakim senkom kab malang sudah kali kedua turut serta dalam kegiatan serupa tahun kemaren Sebanyak ratusan bibit pohon produktif, terdiri dari Durian dan Nangka Merah, secara simbolis diserahkan kepada Ketua Pokmas Gundul Joyo, Drs.H.Isdianto. Prosesi ini turut disaksikan perangkat Desa Sumberejo dan Ketua BPD sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah desa. Setelah penyerahan bibit, seluruh peserta langsung melakukan penanaman di area lahan bekas tambang Gunung Gede. Suasana kebersamaan tampak kuat ketika relawan, warga LDII Gedangan, dan unsur desa bekerja berdampingan merevitalisasi lahan kritis tersebut. Kegiatan penghijauan ini berhasil mencapai beberapa capaian penting Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga dan memulihkan lingkungan. Terbangunnya komitmen bersama untuk merawat pohon-pohon yang telah ditanam. Harapan Berkelanjutan Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi upaya pemulihan ekosistem Gunung Gede sekaligus menjadi inspirasi bagi komunitas lain untuk turut bergerak dalam pelestarian alam."
ChatGPT bilang:

Berikut berita versi lebih menarik, komunikatif, dan layak tayang di website Senkom Kabupaten Malang:


Senkom Kabupaten Malang Kembali Turun Gunung, Dukung Penghijauan dan Revitalisasi Lahan Tambang Gunung Gede

Gedangan, 14 November 2025 — Semangat menjaga kelestarian alam kembali bergema di kawasan Gunung Gede, Desa Sumberejo, Kecamatan Gedangan. Melalui kegiatan Penghijauan dan Revitalisasi Bekas Lahan Tambang, ratusan relawan dari berbagai unsur masyarakat bersatu melakukan aksi nyata demi memulihkan kawasan alam yang sempat rusak akibat aktivitas pertambangan.

Kegiatan yang mengusung tema “Bersinergi Membangun Hijau: Revitalisasi Bekas Lahan Tambang Gunung Gede” ini terlaksana atas prakarsa Pokmas Gundul Joyo dan mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen, termasuk Relawan Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang.


150 Relawan Turut Bergerak, Senkom Hadir dengan Kekuatan Penuh

Aksi lingkungan hidup ini diikuti sekitar 150 peserta dari LDII wilayah Gedangan, Bantur, Pagelaran, Gondanglegi, serta relawan Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang.

Ketua Senkom Kabupaten Malang, Lukman Hakim, kembali hadir memimpin anggotanya dalam kegiatan penghijauan ini. Tahun ini menjadi kali kedua Senkom terlibat langsung dalam upaya memulihkan ekosistem bekas lahan tambang Gunung Gede.

“Kegiatan seperti ini bukan hanya bentuk kepedulian, tetapi bagian dari tugas Senkom dalam mendukung ketahanan lingkungan dan sosial masyarakat,” ujar Lukman saat ditemui di lokasi kegiatan.


Serah Terima Ratusan Bibit Pohon Produktif

Sebagai simbol dimulainya aksi penghijauan, ratusan bibit pohon produktif—antara lain Durian dan Nangka Merah—diserahkan langsung kepada Ketua Pokmas Gundul Joyo, Drs. H. Isdianto.

Prosesi serah terima bibit tersebut juga disaksikan oleh perangkat Desa Sumberejo serta Ketua BPD sebagai wujud dukungan pemerintah desa terhadap program pelestarian lingkungan.

Setelah acara seremonial, seluruh peserta bergerak bersama menuju area lahan bekas tambang untuk melakukan penanaman. Suasana gotong royong tampak sangat kuat ketika relawan, warga LDII, dan unsur desa saling bahu-membahu menanam pohon.


Dampak Nyata: Lingkungan Pulih, Kesadaran Masyarakat Meningkat

Kegiatan ini berhasil memberikan sejumlah dampak positif bagi masyarakat setempat, antara lain:

  • Peningkatan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya melestarikan alam dan lingkungan.

  • Terbangunnya komitmen bersama untuk merawat dan menjaga pohon-pohon yang telah ditanam.

  • Pemulihan lahan kritis melalui penghijauan berkelanjutan.

Pengurus Pokmas Gundul Joyo berharap, penanaman pohon ini dapat menjadi gerakan yang terus berlanjut hingga lahan di Gunung Gede kembali hijau dan produktif.


Harapan Ke Depan: Gerakan Hijau yang Tidak Berhenti di Sini

Kegiatan penghijauan ini diharapkan menjadi tonggak awal upaya pemulihan ekosistem bekas tambang sekaligus menginspirasi komunitas lain untuk ikut ambil bagian dalam gerakan pelestarian lingkungan.

Senkom Mitra Polri Kabupaten Malang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program-program positif yang membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

“Semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari perubahan besar untuk masa depan alam Kabupaten Malang,” tutup Lukman Hakim.