Jumat, 30 Oktober 2026

Senkom Mitra Polri Jatim Ikuti Simulasi TFG Penanggulangan Banjir Bengawan Solo Bersama BPBD Jatim dan Siap Siaga



GRESIK – Sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, pengurus Senkom Mitra Polri Jawa Timur turut serta menghadiri kegiatan Tactical Floor Game (TFG) Pengujian Rencana Kontingensi (Renkon) Ancaman Banjir Bengawan Solo.

​Giat strategis yang diinisiasi oleh BPBD Provinsi Jawa Timur dan Siap Siaga ini digelar di Hotel Aston Gresik pada Jum'at (30/10/2026), guna menguji kesiapan lintas wilayah dalam mengantisipasi ancaman banjir berulang di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo.

​Hadir mewakili Senkom Mitra Polri Jatim, Ketua Biro Penanggulangan Bencana dan SAR Lukman Hakim, yang didampingi oleh Khoirul Basnovie. Kehadiran Senkom menegaskan peran aktif organisasi sebagai mitra strategis pemerintah dan instansi terkait dalam mendukung mitigasi serta penanganan darurat bencana di Jawa Timur.

​Perkuat Koordinasi Lintas Wilayah dan Integrasi AMPD

​Simulasi TFG ini melibatkan unsur BPBD dari lima kabupaten utama di sepanjang DAS Bengawan Solo, yaitu Kabupaten Bojonegoro, Ngawi, Tuban, Lamongan, dan Gresik.

​Fokus utama kegiatan ini adalah menguji koordinasi lintas wilayah, pembagian tugas, kesiapan personel, hingga mekanisme pengerahan sumber daya ketika banjir meluas. Pengujian juga mengintegrasikan Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD) agar informasi potensi cuaca ekstrem dari BMKG dapat segera diterjemahkan menjadi tindakan nyata sebelum dampak meluas.


​Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Jatim, Dadang Iqwandy, menekankan pentingnya respons cepat terhadap peringatan dini. Mengingat banjir Bengawan Solo merupakan transboundary disaster risk (risiko bencana lintas batas wilayah), penanganannya tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterpaduan antara pemerintah pusat melalui BBWS, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta dukungan unsur masyarakat dan relawan seperti Senkom Mitra Polri.

​Skenario Tanggap Darurat dan Kesiapan Personel

​Dalam simulasi berbasis peta tersebut, para peserta menguji skenario mulai dari terbitnya peringatan dini curah hujan ekstrem, penetapan status Siaga Darurat, hingga pengaktifan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB) Kabupaten.

​Melalui kegiatan ini, seluruh unsur terkait—termasuk para pemangku kepentingan dan organisasi kebencanaan—diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai jalur koordinasi, penempatan sumber daya, serta langkah taktis di lapangan secara terstruktur.

​Keikutsertaan Senkom Mitra Polri Jatim dalam forum ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas personel di bidang SAR dan penanggulangan bencana, sehingga siap diterjunkan sewaktu-waktu guna membantu masyarakat yang terdampak di wilayah Jawa Timur.