Minggu, 21 Juli 2013

Kenangan RPU

Suka senang pemindahan RPU,
nambahi kompak, rukun karo kebersamaan..      

Setelah musyawarah tiga sektor malang raya, untuk lebih memaksimalkan jangkauan dan perangkat RPU induk malang raya, maka RPU Anjasmoro di turunkan, dan rencana di pindah ke ngadas , lingkar gunung bromo. Malam itu juga, selesai musy, pukul 22.00, di sertai pekatnya kabut malam, serta suhu yang dingin banget, siap laksanakan tugas, meluncur ke 10.2 RPU Anjasmoro di kota apel batu. Kami bertiga 08.04B (p.agus ac), 32.09 (p.nasta'in).
Tahap pertama, tanggal 2 Juni 2013.....>>> melepas perangkat selain antena ( ht,rig, ps ) serta perangkat2 cadangan/emergensi yang berada di rembang 09. Alhmdulillah berjalan lancar aman namun kedinginan......hu...hu...hi...hu.....
namun tetap lanjut........bongkar...dan kemas langsung di mobil.
 




Tahap kedua, .....lha ini, kapan iki.....wayahe melepas antenanya......iyo yo..kapan yo..embuh wis.gak ero..
Barulah tanggal 9 Juni 2013......rekan sepakat ......ayo...semangat-semangat.....begitulah mungkin benak di saudara2 kami.....oke lah kalo begitu......berangkat......
wah mendung ni.....,,,iya di sana tadi sudah hujan.....iya ini di tkp rpu juga mulai gerimis..........wa..h gimana?!
lha wong isih udan banyu ae ...insya gak majalah......maju....munggah.....terus....
bersama 9 personil yg gabung saat itu, pas dino minggu...nomor siji ; p.choi.(02C)..ele'an iki jenenge disebut pertama,,(ya iyalah yg nulis,,kuoso taiye..), mbah rombenk (R9.1A), p.bimo(08.01), p.bravo(32.01), p.ghofur(33.02A), p.soder(08.09), p.ta'in(32.09), p.aji(08.05.1), p.pentol(08.12), p.markucel(32.03).


 













 

wis.....mari...mudun kabeh .......iya capek deh.....tp luego begito.....
kari istirahat sejenak....sholat ....makan........nyaem...nyem......nyaem...
ok..dulur2....monggo kita ke rembang saya,,.istirahat, koordinasi lagi sambil minum kopi..plus makan berat....sahut p.bravo...alias komandan batu..  uih.....sip iku...ayo wis ndang meluncur santap...
dari tkp rpu, rembang p.bravo kurang luwih 400 meteran.(choi).

-------------------------bersambung--------------------------------------wis bengi----------

Kamis, 18 Juli 2013

Seputar Informasi SIM Nasional



Usia Pemohon SIM
1. Kendaraan Pribadi
          17 Tahun untuk golongan SIM A, C, D.          20 Tahun untuk golongan SIM BI.          21 Tahun untuk golongan SIM BII.
2. Kendaraan Umum
          20 Tahun untuk golongan SIM A Umum.          22 Tahun untuk golongan SIM BI Umum.          23 Tahun untuk golongan SIM BII Umum.


- PERSYARATAN SIM
1. Baru :
        Memenuhi usia yang ditentukan.         KTP.        Surat keterangan sehat dari dokter.        Lulus Ujian.
2. Perpanjangan :
       SIM Lama (asli).       KTP (asli).       Mengisi formulir yang disediakan petugas.
3. Peningkatan SIM:
       Memenuhi batas umur yang ditentukan.       SIM yang akan ditingkatkan sudah berumur 1 tahun.       Melampirkan KTP & SIM yang akan ditingkatkan.


Sumber : Divisi Humas Mabes Polri

5 Kebijakan Kapolda Jatim


Rabu, 26 Juni 2013

Pengukuhan Dan Pelatihan Senkom Provinsi Jawa Timur




                                                                               Kasat Binmas Polres dan Polresta se Jatim

Senkom.or.id | Surabaya - Pengukuhan pengurus Provinsi Jatim masa bhakti 2013 – 2018 dilaksanakan tadi pagi (25/6) di Gedung Mahameru Polda Jatim, Jl. A. Yani Surabaya diikuti sekitar 200 peserta terdiri dari pejabat utama Polda Jatim,  Kasat Binmas Polres dan Polresta se Jatim, semua pengurus Provinsi Jatim yang terpilih pada Musda II, ketua dan sekretaris Senkom Kab/kota se Jatim beserta pembina.

Hadir Juga Pembina Senkom Mitra Polri Pusat Brigjen Pol (Purn) Imam Widoyono dan Ketua Umum Senkom Mitra Polri H. Mohammad Sirot, SH, SIP. untuk mengukuhkan pengurus Senkom Provinsi Jatim.

Pengukuhan sekaligus pelatihan yang dibuka secara resmi oleh Binmas Polda Jatim Dra. Pudji Astuti, MM mewakili Kapolda Jatim Inspektur Jenderal Polisi Unggung Cahyono, merupakan lanjutan dari hasil Musyawarah Daerah (Musda) II Senkom Provinsi Jatim yang menetapkan H. Semoga Jaya, MS, BcKU sebagai ketua.

Dalam sambutan tertulis Kapolda yang dibacakan Pudji Ástuti, peran masyarakat sebagai stakeholder dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat harus kembali diberdayakan dan ditingkatkan sehingga diharapkan setiap anggota Senkom Mitra Polri di seluruh Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya bersama masyarakat untuk membantu dan mensosialisasikan tugas dan kegiatan perpolisian agar tercipta situasi wilayah yang kondusif.

Sementara itu, ketua Umum Senkom Mitra Polri dalam sambutannya mengatakan, jumlah anggota Senkom kurang lebih 1,7 juta personil yang tersebar di seluruh wilayah RI menjadi bagian potensi yang penting dalam mengawal setiap program pemerintah, terutama menjadi mitra bagi Kepolisan dan TNI, juga mitra bagi lembaga pemerintah lainnya maupun mitra bagi masyarakat secara luas.

Personil Senkom Mitra Polri juga merupakan unsur Ratih (Rakyat Terlatih) dapat menjadi kekuatan cadangan bilamana negara membutuhkan.  Hal ini harus menjadi catatan penting bagi kita semua akan pentingnya elemen masyarakat yang rela membantu pemerintahan dari sisi kamtibmas, tambahnya.

Lebih lanjut Ketua Umum mengharapkan, Senkom di Provinsi Jatim bísa berperan membantu dalam rangkaian pilihan Gubernur Jatim, sebagaimana yang dilakukan Senkom di Papua dalam membantu permasalahan komunikasi pada Pilgub di Papua yang menjadi hambatan sebelumnya.

Pengukuhan yang dilanjutkan dengan pelatihan ini merupakan implementasi dari pelaksanaan pokok-pokok program kerja Senkom yang tujuannya adalah melaksanakan training of trainer untuk ditindaklanjuti di masing-masing kab/kota se Jawa Timur.

Senkom seJatim akan kami libatkan dalam pengamanan Pilgub Jatim, kata Pudji dalam penjelasannya saat wawancara dengan Senkom.or.id selesai pengukuhan, namun biaya operasional ditanggung Senkom sendiri secara mandiri, lanjutnya. (Yusuf)

www.senkom.or.id

Senin, 17 Juni 2013

Irjen Pol Unggung Cahyono Pimpin Polda Jatim

Senkom.or.id | Surabaya : Tongkat pimpinan tertinggi di Polda Jatim berganti, serah terima jabatan Kapolda Jatim, Jum’at (14/6) dari Irjen Pol Hadiatmoko kepada Irjen Pol Unggung Cahyono berlangsung khidmat dan sederhana di Mapolda Jatim.

Usai serah terima Irjen Pol Unggung Cahyono berjanji akan memimpin Polda Jatim dengan sikap anti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dan anti kekerasan.

Perwira tinggi dengan dua bintang dipundak tersebut  juga siap memberikan teladan dengan melayani anggota terlebih dahulu sebelum melayani masyarakat. “Saya siap memberi teladan dengan melayani anggota dengan baik sebelum melayani masyarakat. Saya siap menjadi konsultan semua anggota polisi dan kualitas kinerja dengan anti –KKN dan anti kekerasan” tegasnya usai acara pisah kenal di gedung Tribrata Mapolda Jatim.

Mantan Kepala Korps Brimob Polri tersebut menambahkan, pihaknya selaku junior juga akan meneruskan apa yang positif dari Irjen Pol Hadiatmoko, penanganan tindak kejahatan, saya akan memberikan prioritas pada atensi Kapolri yakni pidana korupsi, narkoba, konflik sosial, konflik komunal, terorisme, judi, illegal oil, dan kejahatan konvensional yang sering disebut 3-cu (curas, curat, curanmor)”, tegasnya.

Pihaknya juga akan bermitra dan bersinergi dengan segenap komponen masyarakat Jatim, dalam rangka menciptakan kamtibmas yang kondusif, saya mohon kerja sama semua pihak ulama, tokoh masyarakat, untuk bersinergi dengan Polri, imbuh mantan Kapolres Malang ini.

Terkait antensi mendesak  adalah konflik sosial dan konflik komunal yaitu PILKADA Jatim dan rencana kenaikan harga BBM bulan ini, maka dalam waktu dekat pihaknya akan bertemu dengan pertamina, mahasiswa dan masyarakat termasuk media.

Pihaknya juga menghimbau kepada anggota Polri harus tetap responsive dan professional dalam kerawanan sosial yang meresahkan masyarakat.kuncinya ada tiga, satu: Polri harus tetap bermitra dengan masyarakat, ujar mantan kapolres Sidoarjo tersebut.

Sementara itu mantan Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko mengaku senang bertugas di Polda Jatim karena kebersamaan dengan seluruh jajaran Polri, TNI, instansi terkait, masyarakat dan media masa mendukung situasi Jatim yang sangat kondusif.

Setelah bertugas selama satu tahun sebelas bulan di Polda Jatim, saya mohon maaf atas kesalahan saya dan almarhum istri saya”, kata mantan Wakabareskrim Mabes Polri, demikian yang ditulis radar Surabaya sabtu 15 /6 ( by; AM /sda-1)

Rabu, 29 Mei 2013

Polda Jatim Persempit Gerak

Posted by Senkom Mitra Polri

    Senkom.or.id | Surabaya : Wakapolda Jatim Brigjen Polisi Drs. Moechgiarto SH M.Hum membuka acara Silaturahim Kapolda dengan Tomas, Toga, Toda dalam rangka mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, Selasa siang (28/5) di Gedung Mahameru Polda Jatim.
Hadir di acara ini pejabat Polda Jatim, Kasat Binmas se Jatim, Kadiskesbangpol, Ketua MUI Jatim, Senkom Mitra Polri, para Rektor Perguruan Tinggi se Jatim.
Dalam sambutan tertulis Kapolda yang dibacakan oleh Wakapolda dikatakan  bahwa situasi kamtibmas Jatim yang sangat kondusif ini supaya ditingkatkan, karena masalah kamtibmas bukan hanya tanggung jawab Polri tapi juga peran aktif masyarakat sangat dominan membantu.
Keterbatasan jumlah Polisi yang terbatas tidak mampu menangani semuanya, untuk lebih mewujudkan kamtibmas yang kondusif agar pos-pos kamling dihidupkan kembali, siskamling digalakkan lagi serta jangan lupa bila ada tamu 1 x 24 Jam supaya lapor.
Disampaikan juga bahwa dalam proses penegakan hukum saat ini sudah berubah, Polisi lebih mengedepankan manfaat, keadilan kemudian kepastian hukum. Proses penegakan hukum ini hanya dipegang oleh para Kapolsek, Kapolres, Kapolda juga kepala direktorat. 
Karo Ops Polda Jatim  Kombes Pol Drs Abdul Ghofur,SH.MH, mengatakan Extra Ordinary Crime adalah ungkapan untuk teroris dalam desertasinya untuk gelar Doktor masalah teroris.
Masalah teroris mendapat perhatian khusus karena sangat berbahayanya kejahatan ini, kejahatan ini dikalifikasikan dalam “ Man Made Desaster “ artinya penyerangan membabi buta tidak jelas yang dituju dalam kejahatan ini, tapi menyangkut semua orang yang ada di sekitar kejadian (TKP).
Dalam Undang-Undang no.15 2003 tentang teroris hukumannya sangat berat tapi hukuman tersebut tidak membuat takut pelaku atau calon pelaku, hal ini yang membuat sulit dalam membasmi teroris.
Mereka ditangkap dan diinterogasi tapi tidak takut dengan apapun. Tidak takut kehilangan anak, kehilangan istri, hanya satu tujuan jihad jika dapat membunuh dan jika mati akan dijemput bidadari, fakta di lapangan para  muncul karena kemiskinan, ketidakmampuan dan salah arah, tambah Ghofur. 
Lebih lanjut disampaikan oleh Ghofur, secara umum situasi kamtibmas di Jawa Timur sampai saat ini sangat kondusif, hal ini adalah berkat keterlibatan semua unsur masyarakat dan Polisi.
Dalam menjaga kamtibmas di Jatim, Polda telah melaksanakan 12 program operasi baik operasi terbuka maupun tertutup. Gangguan kamtibmas di Jatim dalam data Polda meliputi 4 unsur yang menjadikan konflik antara lain : konflik Ekososbud, konflik Sara , konflik sumber daya dan konflik wilayah. (AM)

www.senkom.or.idEditor: Yusuf Em

Minggu, 26 Mei 2013

Wakapolri-Pembukaan Diklat

Minggu, 07 April 2013
Posted by Senkom Mitra Polri

Wakapolri Nanan Soekarna Buka Diklat Nasional Kamtibmas Dan Telematika

senkom.or.id - Jakarta : Wakil Kepala Polri (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Nanan Soekarna menurut rencana akan membuka diklat nasional Senkom Mitra Polri di Gedung Minhaju Rosyidin Lubang Buaya Jakarta (9/4/13).

Diklat nasioal kamtibmas dan telematika dilaksanakan selama 3 hari merupakan agenda 3 tahunan pengurus pusat Senkom Mitra Polri bekerjasama dengan Mabes Polri untuk memberikan pelatihan kepada 1500 peserta, perwakilan dari Senkom Mitra Polri Kabupaten/Kota dan Provinsi se Indonesia, kata H. Arif Nurokhim Sekjen Senkom Mitra Polri.


Dalam konfirmasi  secara tertulis dari Mabes Polri yang dikirim oleh Kabaharkam akan memberikan materi diantaranya Kebijakan Polri tentang Polmas, Penanggulanagan Terorisme di Indonesaia, Pelopor Keselamatan berlalu Lintas, Cara Menyampaikan Pendapat di muka Umum dan lainnya.



Seperti agenda yang sudah disusun dalam acara, Mabes TNI, Mendagri, Kemenpora, Mensos, Kominfo, KNPI, BNPB dan lainnya akan mengisi materi pada diklat nasional angkatan ke 4 ini.



Senkom Mitra Polri yang dibentuk 1 Januari 2004 di Jakarta sebagai wadah kelompok sadar kamtibmas oleh anggota mitra kamtibmas Mabes Polri dan ditindaklanjuti dengan Surat Telegram Kapolri nopol: ST/526/V/2007 tanggal 7 Mei 2007 tentang perintah kepada para Kapolda untuk membina Senkom untuk menjadi mitra Polri.


Diharapkan dapat berperan serta sebagai anggota FKPM untuk memecahkan masalah-masalah sosial yang berdampak dapat menjadi sumber gangguan kamtibmas di lingkungan komunitasnya. Juga untuk memasyarakatkan kamtibmas, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hukum dan kamtibmas serta merupakan wujud partisipasi dalam pembinaan kamtibmas. 

Dlam melaksanakan tugasnya Sekom Mitra Polri selalu berkoordinasi dan memberikan informasi kepada masyarakat, aparat berwajib baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah maupun TNI/Polri terhadap adanya gangguan kamtibmas, stabilitas Nasional, dan bencana alam yang dijumpai di manapun anggota Senkom berada. 

Dalam pembinaannya Pengurus Pusat sudah melakukan Pelatihan Kamtibmas sampai pada angkatan ke 4 ini, Diklat SAR tingkat nasional bersama dengan Basarnas, BNPB dan lomba PBB memperebutkan piala Kapolri cup.

Berbagai kegiatan, koordinasi di provinsi, kabupaten/kota dilakukan dengan pemerintah untuk mendukung program Pengurus Pusat Senkom, seperti MOU dan kegiatan yang langsung menyentuh masyarakat juga senantiasa dilakukan, manakalah terjadi bencana Senkom Mitra Polri Rescue selalu membantu masyarakat korban bencana bekerjasama dengan aparat terkait.

PAM Operasi Ketupat dan operasi lilin juga merupakan agenda tahunan yang selalu dilakukan dengan membuka pos pengamanan bergabung atau mandiri mulai Diklantas Mabes Polri, Polda maupu Polres. (Yusuf)

Mencoba Alkom Senkom

Posted by Senkom Mitra Polri
Wakapolri Coba Alat Komunikasi Senkom
Senkom.or.id | Jakarta : Kecepatan  alat komunikasi yang digunakan Senkom Mitra Polri dalam menyampaikan informasi dari seluruh penjuru tanah air kepada aparat terkait di pusat, menarik perhatian Wakapolri Komjend Nanan Soekarna untuk mencobanya setelah penutupan diklat Kamtibmas dan Telematika di Gedung Minhajurrosyidin Lubang Buaya Jakarta Timur (11/4/13).

Di hadapan 500 peserta diklat telematika Nanan Soekarna melakukan komunikasi dengan Misyadi anggota Senkom Mitra Polri di Patumbak Medan Amplas Sumatera Utara mempergunakan HT yang tersambung se nusantara.

Silahkan terus koordinasi dengan kami dalam menjaga kamtibmas di wilayah masing-masing dan selamat bertugas, kata 
Nanan dalam komunikasi tersebut.

Komunikasi yang dilakukan Wakapolri langsung didengarkan dan direspon oleh anggota Senkom Mitra Polri di seluruh penjuru nusantara dengan mempergunakan HT.

Peralatan seperti inilah yang kami butuhkan, agar setiap tanda-tanda adanya kejadian adanya gangguan kamtibmas dapat segera disampaikan, tambahnya.

Alat komunikasi Senkom Mitra Polri terdiri dari analog dan digital, dengan swadaya memanfaatkan alat komunikasi masa lalu seperti HT dan Rig dimodifikasi untuk dimaksimalkan penggunaannya, digabung dengan teknologi masa kini sehingga bisa dipakai komunikasi jarak jauh seperti semboyannya menembus jarak tanpa batas.  (Yusuf)

Senkom.or.id

Pembukaan Diklat Nasional

Posted by Senkom Mitra Polri

Pembukaan Diklat Nasional Kamtibmas Dan Telematika Senkom

Senkom.or.id | Jakarta -  Diklat Kamtibmas dan Telematika Senkom Mitra Polri bersama Mabes Polri diikuti 1500 peserta dibuka secara resmi oleh Kabaharkam Polri Komisaris Jenderal Polisi Drs. Oegroseno, SH (9/4/13) mewakili Wakapolri.

Pembukaan ditandai dengan pelepasan balon udara pada saat upacara pembukaan di lapangan gedung Minhajur Rosyidin Lubang Buaya Jakarta Timur.

 
Hadir dalam pembukaan Pejabat Mabes Polri, Mabes TNI, Ketua KNPI, BNPB, Kemenpora dan undangan lainnya.


Dalam sambutan Kabaharkam, saat ini Polri sedang melaksanakan proses reformasi untuk menjadi kepolisian yang profesional, maka Polri harus menyesuaikan diri dengan perkembangan kehidupan masyarakat dengan cara merubah paradigma dari yang reaktif dan konvensional menjadi proaktif dan modern dengan mengedepankan kemitraan dalam rangka pemecahan masalah-masalah sosial.

Polri sadar bahwa untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman dan tenteram dalam masyarakat Polri tidak dapat bekerja sendiri akan tetapi Polri harus bermitra dengan masyarakat.

Dalam hal ini masyarakat tidak hanya sebagai obyek dalam ketertiban masyakarat akan tetapi sejajar/setara dengan Polri untuk bersama-sama memecahkan masalah sosial yang ada di masyarakat. 


Peran serta masyarakat sebagai state holder dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat harus kembali diberdayakan dan ditingkatkan sehingga masing-masing anggota masyarakat  dapat berperan aktif untuk menjaga keluarga dan lingkungannya dari gangguan kamtibmas.

Oleh karena itu diharapkan setiap anggota Senkom yang ada di seluruh Indonesia dapat melaksanakan peran dan fungsinya bersama dengan masyarakat untuk membantu dan mensosialisasikan tugas dan kegiatan pemolisian dalam mewujudkan atau terciptanya situasi yang kondusif dan siskamtibmas secara swakarsa.

Keterbatasan sumber daya Polri yang merupakan salah satu hambatan internal Polri dalam pembinaan kamtibmas akan terbantu dengan adanya partisipasi masyarakat terutama dari Senkom sebagai mitra polri dalam pembinaan kamtibmas, lanjutnya.

Rapat koordinasi Pengurus Pusat Senkom Mitra Polri dengan Mabes Polri dilakukan setelah upacara pembukaan yang dihadiri pula oleh ketua Senkom Provinsi se Indonesia untuk melaporkan semua kegiatan Senkom yang telah dilakukan.

Pada diklat ini  Mabes TNI juga memberikan materi tentang peranan Negara dalam mengamankan setiap jengkal wilayah NKRI yang disampaikan pada peserta kamtibmas.


Materi pembuatan Blog, Eqso, Direction Finder, Cara buat RPU, mengukur jangkauan pancaran radio diberikan pada 500 peserta diklat telematika. (Yusuf Em)

Senkom.or.id

Sabtu, 25 Mei 2013

Bila Kecelakaan lalin

Posted by Senkom Mitra Polri
Tindakan Yang Dilakukan Apabila Terlibat Dalam Kecelakaan Lalu Lintas

Senkom.or.id | Korlantas Polri - Sebagai pedoman bagi setiap Individu apabila terlibat dalam suatu kecelakaan lalu lintas, maka tindakan yang dilakukan  demi terciptanya KAMSELTIBCAR LANTAS (Keamanan, keselamatan, ketertiban & kelancaran lalu lintas) adalah sebagai berikut:

1. Menguasai keadaan atau sikap Apabila akibat yang diderita tidak terlalu parah atau masih cukup sadar, maka sikap yang diambil adalah :

A. Jangan panik atau emosi dan bersikap tenang dan waspada, sebab panik atau emosi justru akan memperburuk keadaan.

B. Jangan menyalahkan orang lain. Setelah terjadi kecelakaan sering kali terjadi dimana salah satu pihak iingin benar sendiri, sikap demikian tidak benar malah mempersulit pemeriksaan atau penyidikan Petugas.

C. Jangan melarikan diri, sekalipun dalam kecelakaan itu terdapat korban jiwa, apakah merasa bersalah dan lain alasan.

D. Karena disamping perbuatan ini dinilai pengecut atau tidak bertanggung jawab juga akan mengakibatkan memperberat diri sendiri dalam hukuman yang sebenarnya tidak perlu dikenakan kepadanya.

E. Seandainya terpaksa harus melarikan diri karena keadaan (menghindari pengeroyokan), maka tempat berlindung yang paling aman adalah Kantor Pejabat Keamanan terdekat atau Kantor Polisi.

F. Mengamankan tempat kejadian merupakan langkah yang sangat baik dalam usaha pengusutan dan penentuan kondisi yang sebenarnya dari kejadian tersebut, misalnya: mematikan mesin kendaraan & menimbun dengan pasir tumpahan bahan bakar yang ada.

2. Pertolongan.
Kalau anda cukup sadar dan dapat memberikan pertolongan kepada korban lain ini merupakan tindakan yang sangat mulia, segera pada kesempatan pertama membawa korban ke Rumah Sakit.

3. Menghubungi Petugas.
A. Menghubungi Petugas dengan alat perhubungan/alat komunikasi yang ada/terdekat dengan memberitahukan apa yang terjadi dan lokasinya. (TMC Polda Metro: 021-52960770)

B. Serahkan pada Petugas yang hadir pertama kali di lokasi kejadian segala apa yang diperlukan dan ceritakan dari awal sampai akhir kejadian tersebut, jawab pertanyaan yang diajukan dengan sejujur-jujurnya dan ikuti petunjuk/perintah Petugas lebih lanjut.

C. Memindahkan kendaraan dilakukan setelah diketahui oleh Petugas atau bila menetapkan kedudukan/letak kendaraan tersebut saudara kerjakan dengan menggunakan benda yang tidak mudah terhapus.

Mendapatkan kecelakaan

Sebagai pedoman bila menjumpai peristiwa kecelakaan lalu lintas, lakukan hal sebagai berikut:

1. Menguasai keadaan atau sikap
Setelah melihat adanya kecelakaan lalu lintas catat kendaraan yang terlibat kecelakaan. Bila kendaraan tersebut ada yang akan melarikan diri catat data-data kendaraan seperti: plat nomor, jenis, merk, tipe dan warna dari kendaraan tersebut. Jauhkan penonton yang berkerumun terutama yang merokok atau yang akan merokok. Menolong korban bila ada, segera diteruskan ke Rumah Sakit tedekat. Mengamankan barang-barang milik korban, jangan sampai dicuri oleh tangan-tangan jahil. Sambil mematikan kendaraan untuk menghindari kemungkinan terjadi kecelakaan yang lebih besar, tutuplah tumpahan bahan bakar. Bila pada malam hari hindari penggunaan penerangan dengan api, penerangan hanya dibolehkan dengan menggunakan baterai atau sejenisnya.

2. Memberikan pertolongan :
A. Dalam memberi pertolongan gunakan pertolongan pertama pada kecelakaan dengan tepat, kalau tidak tepat justru dapat membahayakan korban.

B. Hentikan kendaraan yang ada pada kesempatan pertama bila ada korban yang perlu dibawa ke Rumah Sakit, jangan lupa catat nomor kendaraan dan dibawa kemana korban tersebut dibawa.

C. Bila situasi memungkinkan, diusahakan menghubungi keluarga korban berdasarkan petunjuk atau keterangan yang ada.

D. Dalam menolong korban diusahakan mengutamakan menolong korban yang menderita luka berat, baru kemudian yang luka ringan dengan meminta bantuan orang-orang yang ada disekitar.

3. Menghubungi Petugas
A. Usahakan menghubungi Petugas terdekat ditempat kejadian/kecelakaan baik dengan telepon atau perantara orang-orang disekitarnya.

B. Korban dapat dipindahkan dari tempat semula dengan sebelumnya memberikan tanda pada tempat korban terletak dengan menggunakan kapur atau benda yang lain.

C. Menyerahkan ke Petugas semua yang anda kerjakan, ceritakan kronologis kejadian serta menjawab bila ditanya. Beri alamat anda ke Petugas serta anda sangat terpuji bila saudara dengan sukarela bersedia menjadi saksi dikemudian hari.

D. Kemungkinan tidak ada Petugas yang datang, maka andalah yang datang ke Kantor Polisi terdekat serta melaksanakan petunjuk sebelumnya. 





sumber:  Korlantas Polri

Jika SIM hilang/rusak



Senkom.or.id - Jika SIM Anda hilang, lakukan prosedur di bawah ini.




1. Silakan anda membuat Laporan Polisi (LP) ke Polsek/res terdekat dengan Tempat Kejadian Perkara dimana kehilangan SIM tersebut.
Setelah LP terbit, fotocopy rangkap 3 atau sesuai kebutuhan, lalu minta diberi stempel
legalisir.

2. Bawa foto copy LP yang sudah dilegalisir ke Satpas (Satuan Penerbitan SIM) dimana SIM anda diterbitkan lalu masuklah ke pendaftaran.

Setelah itu, petugas akan meminta LP kehilangan, anda bayar, lalu tunggu antrian foto. TIDAK ADA UJIAN ULANG jika SIM anda masih berlaku.

Laporan Polisi seperti tersebut diatas bisa dipergunakan untuk mengurus surat2 berharga lainnya seperti KTP atau Kartu ATM apabila mitra humas kehilangan dompet/tas.